secercah senyum pengobat rasa jenuh

hari ini adalah jadwal untuk seminar di kelasku,tema hari ini adalah semanticeski nolya atau semua tentang asala mula tanda dan huruf yang di jadikan manusia sebagai alat komunikasi.

mata kuliahku hari ini adalah mislenia i rech atau dengan kata lain pemikiran dan bicara,sedari pagi aku sudah matang mempersiapkan jawaban yang aku cari dari 3 sumber buku.seperti biasa aku membacanya dengan keras berulang-ulang agar aku tak mau berbicara di hadapan kelas.

hari ini pun di mulai,ketika aku berdiri di depan auditori utuk menunggu kelas seorang kawanku  menyapaku,sambil basa basi aku bertanya tentang kesiapannya menjawab di seminar nanti,ia mengatakan bahwa ia tak siap untuk menjawab,bahkan yang lebih mengejutkan ia mengatakan bahwa hari ini terdapat matematika praktek,sontak aku hanya bisa menganga pasrah karena sebelumnya aku tak mengetahui kabar ini,aku bertanya apakah ia telah mengerjakan tugas tentang matematika ia hanya menggeleng pasrah.akupun pasrah..

di kelas matematika aku hanya duduk diam sendiri dan BENGONG!!!aku ga tau harus berbuat apa..aku bertanya pada ketua kelas ku yang duduk di hadapanku pun ia hanya menggeleng tanda tak mengerti dalam kelas aku hanya diam dan membolak balikkan kertas yang di berikan oelh dosen ku.tanpa mengerti maksud dari tugas yang diberikan..terkadang jika aku merasa terpojok sebagai orang asing yang benar-benar di asingkan seperti ini aku hanya pasrah tak berkata-kata.tak ada yang bisa ku lakukan selain diam.bahkan aku yang biasanya maju menghadap dosen untuk bertanya pun hanya bingungkarena aku tak punya pertanyaan yang harus aku ajukan untuk menjawab soal yang sama sekali tak aku mengerti ini. 1 setengah jam berada dalam kelas matematika  membuat ku lemas.

kelas berikutnya adalah kelas pemikiran dan bicara,dalam kelas ini aku sudah mempersiapkannya dengan matang.tapi alangkah terkejutnya aku ketika aku hendak menjawab sang dosen tak memberikan aku kesempatan yang aku tunggu-tunggu bahkan untuk jawaban tambahan ia tak menggubrisku.aku
kecewa bukan kepalang.dalam hati aku terbesit andai bahasa bukan jadi kendalaku aku akan tunjukkan pada semua orang jika aku mampu..

usai kelas dengan perasaan tak menentu,aku menuju DGTU dimana para juniorku menunggu ku untuk latian tari saman bersama untuk pentas hari senin depan.ketika aku datang kami pun melangsungkan latihan tari saman kurang lebih 2 jam.pukul 8 malam aku berpamitan pulang keasrama ku yang terletak di barat kota.

dalam perjalannanku menuju halte bus terdekat sehelai daun maple jatuh tepat di tanganku,aku terseyum di sela-sela jenuhku hari ini aku langsung teringat hadis nabi”bahwa sesungguhnya tak sehelai rambutpun jatuh melainkan atas kehendak allah swt”..

aku tersadar..bahwa mungkin hari ini terdapat hikmah yang luar biasa dan mungkin saja daun maple ini menjadi keberuntunganku atas peneguran Allah lewat daun yang menjadikanku sadar bahwa Allah adalah dekat..

bis nomer 22 datang,di dalam bis yang tampak sesak oleh penumpang yang tengah berdiri berdesak-desakkan.mebuatku malas untuk kembali pulang ke asrama ku yang jauhnya masih sekitar 1 jam dari senter kota.tetapi benar juga..ketika aku masuk kedalam bus yang sesak dan penuh m=penumpang Allah masih saja memperhatikanku,sebuah kursi penumpang kosong,seorang perempuan muda yang masuk terlebih dahulu hanya berdiri diam di dekat kursi kosong tersebut.aku persilahkan ia untuk duduk terlebih dahulu tetapi ia hanya menggelengkan kepalanya tanda tak berkenan sambil mengatakan “spasibo” yah mungkin ini adalah rejeki Allah dari langit untuk sedikit memanjakan syaraf kaki ku yang sudah duduk bersila kurang lebih 2 jam ketika latihan saman tadi.

seorang bapak-bapak setengah baya duduk di samp[ing kursi kosong tersebut,ketika aku duduk di sampingnya ia mengalihkan pandangan tepat ke arah wajahku,karena aku tak merasa memiliki niat untuk mengumbar senyum ramahku(mengingat ini eropa yang menganggap senyum terhadap orang asing adalah tak wajar ) maka aku hanya membuang muka.

selama dalam perjalannan aku sempat mencuri-curi pandang kerah sampingku,bapak setengah baya yang duduk di sampingku ini membawa botol kosong ukuran 5 liter,dan tas kain bludru yang juga berisikan botol-botol minuman,yang ada di benakku orang ini adalah masyarakat rusia dari kalangan menengah kebawah,dari penamilannya pria ini tak bisa di katakan sebagai pemulung tapi tak bisa dikatakan sebagai seorang penjual.di tengah perjalannanku tiba-tiba ia menanyaiku sebuah pertanyaan”wvi znaete gje vkhodit? “(apakah anda tahu di mana anda akan turun?) dengan terkejut aku menjawab”ya??da!na centralnom”
(saya?ya! di central) jika kutebak orang ini hanya beruhasa membantu dengan cara bertanya dimana aku akan turun,mungkin dalam benaknya ia kasian melihat wajah jenuhku dan menganggapnya aku bukan lah seorang pelajar.

2 halte berikutnya pria setengah baya tersebut berdiri untuk bersiap2 turun sebelum ia meninggalkan bus ia melihat kearahku dan tersenyum tulus! entahlah tapi aku merasakan senyum pria itu tulus sekali.aku membalas senyumnya sambil mengatakan “DASWIDANYA”
sampai jumpa lagi..

ternyata masih saja ada orang rusia yang bisa tersenyum tulus pada orang asing seperti aku ini..

aku rindu benar tentang negaraku negara yang murah senyum dan ramah…

pria itu menyadarkan aku bahwa aku benar2 merindukan tanah air…

24-10-08

Dinda

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s