hidup di rusia ternyata tak mudah

“Ramuan” untuk Tangguh Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Monday, 27 October 2008
Hidup di dalam satu ruang berukuran 4 x 5 meter berisi tiga orang sudah membuat sesak dan tak begitu nyaman. Apalagi dengan ukuran kamar seluas itu untuk sebuah keluarga.

Hari ini tak terduga. Ketika baru saja pulang kuliah ada pemandangan yang selama ini terlihat wajar tetapi ketika disimak lebih lanjut ternyata ini menyadarkan aku bahwa aku sedang sedang di negeri Beruang Merah, Rusia.

Sekumpulan bocah berusia sekitar 5-7 tahun sedang asyik bermain di dalam dapur asramaku. Sepintas aku tak peduli saat melewati mereka yang sedang tertawa-tawa. Aku bahkan berpikir, mengapa mereka bermain di dapur? Bukankah itu berbahaya?

Tetapi sesaat kemudian aku baru sadar, udara di luar sana sudah mulai mendingin dan tak ada lagi tempat untuk bermain. Bahkan di dalam dapur asrama yang kumuh dan remang-remang bisa juga menjadi tempat bermain yang sangat asyik. Aku melihat mereka jungkir balik dan berusaha salto ke belakang bergantian.

Ketika mengajak mereka berkenalan, aku kaget karena mereka bukan asli anak Rusia. Ini terlihat dari nama anak-anak itu. Nama Haik, Abdulah, dan Sha’kti. Jika boleh aku prediksikan Haik datang dari Armenia sedangkan dua teman lainnya datang dari negara-negara Islam pecahan Rusia, entah itu Turmegnistan, Kazakstan, ataupun Uzbekistan.

Yang lebih membuatku sedih adalah kelularga mereka yang belum memiliki kewarganegaraan Rusia walaupun mereka berbicara dalam bahasa Rusia selain bahasa ibu. Anak-anak ini jelas hidup bersama keluarganya di asrama milik pelajar Southern Federal University yang jauh dari layak.

Bagi kami yang pelajar hidup di dalam satu ruang berukuran 4 x 5 meter berisi tiga orang sudah membuat sesak dan tak begitu nyaman. Apalagi dengan ukuran kamar seluas itu untuk sebuah keluarga. Pantas saja anak-anak ini datang ke dapur dan menjadikannya tempat bermain. Koridor di asramaku belum dipasang lampu.

Masa anak-anak di mana pun adalah masa bermain dan belajar. Jika tempat untuk bermain saja tidak ada, bagaimana mereka bisa berkembang sempurna? Kebutuhan dasar ini saja tidak tercukupi, mana mungkin mereka juga bisa belajar?

Cara seperti inilah yang digunakan Rusia untuk mencetak mental orang-orang yang tinggal di dalamnya agar bisa menjadikan segala sesuatunya berguna secara maksimal.
Maka tak heran jika banyak sekali orang Rusia yang dikenal seluruh dunia, seperti Aleksander Pushkin,Yuri Gagarin, dan masih banyak lagi orang-orang hebat yang terlahir dari negri ini.

Sampai detik ini aku tak pernah membayangkan betapa masyarakat Rusia bisa menjadi tangguh jika kehidupan mereka selalu terhimpit dengan kehidupan yang serba minimalis seperti ini. Begitupun dengan kami para pelajar beasiswa Rusia. Kami datang ke Rusia dengan meninggalkan seabrek kemudahan di Indonesia, untuk menantang hidup yang jauh di bawah standar di negeri sendiri.

Oleh Treesa Hidayanti
Penerima beasiswa di Rusia

<!–
var prefix = ‘ma’ + ‘il’ + ‘to’;
var path = ‘hr’ + ‘ef’ + ‘=’;
var addy49976 = ‘treesa_hidayantee’ + ‘@’;
addy49976 = addy49976 + ‘yahoo’ + ‘.’ + ‘com’;
document.write( ‘<a ‘ + path + ‘\” + prefix + ‘:’ + addy49976 + ‘\’>’ );
document.write( addy49976 );
document.write( ‘<\/a>’ );
//–>\n treesa_hidayantee@yahoo.com

2 thoughts on “hidup di rusia ternyata tak mudah

  1. bukan itu dinz yg bikin bangsa maju. ttp targetlah yg mbuat org / bangsa maju..

    aku biyen kuliah nok bdg padal asliku sby.. yo rodo soro.. tp soro dilakoni mergo onok target sing diuber..
    nek soro thok tanpa target yo iku jenenge –bhs sbyne– congok mergo tertindaz.. hehe sori2.. bhsne kasar..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s