RENUNGAN

RENUNGAN

Udara begitu dingin menusuk tulang,musim gugur telah memeluk kota Rostov tercinta,matahari kian melemah,tak akan lagi aku merasakan panas sengatannya sampai bulan mei tahun depan.

Seperti biasa aku berjalan menelusuri jalan pasar sentral jalan yang sepi hari sudah gelap padahal masih jam 7 sore tapi jam kerja matahari sudah lewat,aku berjalan sendirian 1 km kurang lebih untuk berganti halte dimana bis 71 berhenti untuk menganggkutku menuju asrama di barat kota.di sela dingin nya hawa musim gugur yang membawa angin selatan menambah dinginnya udara malam itu,para pedagang sudah menutup kios-kiosnya sungguh benar suasana hari ini terasa mencekam dan akan begini sampai musim gugur dan dingin berlalu.para penduduk pun enggan berlama-lama di udara seperti ini.tepat 10 meter dari tempat ku berjalan aku seperti melihat sebuah gumpalan kain kumal jatuh tak terurus bergelimangan di atas trotoar yang dingin.kain-kain tersebut terus saja membuatku penasaran,sampai pada akhirnya jarak ku berjalan tak lagi jauh,dan aku menemukan suatu bukti dari sebuah keras nya hidup,realitas hidup yang tak akan pernah bisa di sangkal,aku memejamkan mataku sambil beristigfar”astafirullahaladzim ya allah…” kain-kain yang bergelimangan di atas jalan aspal di samping trotoar jalan pasar sentral itu ternyata adalah sekumpulan para tuna wisma yang sedang terlelap dalam tidurnya,yang lebih mengenaskan lagi adalah sebagian besar dari mereka adalah para lanjut usia dan penyandang cacat,kulihat seorang kakek berjenggot lebat yang sudah di tumbuhi uban yang tersungkur duduk di atas kursi rodanya,kaki kanannya telah hilang di amputasi,tubuhnya tebal di balut kain kumal berlapis-lapis,untuk menahan dinginnya angina malam kainnya yang tebal dan bau sudah dapat tercium dalam jarak 3 meter..tak pernah kutebak seberapa lama mereka tak dapat membersihkan tubuh-tubuh mereka dari berbagai penyakit dan kotoran,tak pernah ku tebak kapan mereka terakhir menikmati nikmatnya tidur di atas dipan empuk dan nyaman serta kapan terkahir mereka menikmati nikmatnya duduk didalam ruangan yang hangat sambil menikmati secangkir teh hangat dan menonton televise,ah…aku terdiam sesaat memandangi mereka,3 di antaranya nya adalah nenek nenek…mereka tidur sambil berpelukan satu sama lain,bau menyengat dari tubuh mereka tak menjadikan halangan bagi mereka untuk saling melindungi,tak terasa lama aku berdiri di hadapan mereka air mataku menetes tanpa sadar.dan ketika ku sadar aku telah menangis semakin sesak dada ini,seakan-akan beribu-ribu iba dan sympati datang menyergap ku ,tenggorokanku kaku menahan air mata,hati ku pilu,entah kepada siapa aku harus bertanya kesalahan siapa ini???

Mengapa harus banyak orang-orang ini harus merasakan akibat dari kejam nya dunia,kemana anak-anak mereka?kemana saudara-saudara mereka?dimana orang-orang yang mau peduli dengan mereka?mengapa tak ada seorangpun yang peduli dengan mereka.kemana orang-orang yang dititipkan Allah harta yang berlebih.aku tak pernah mau menebak dimana mereka akan tinggal dan menghabiskan malam-malam mereka yang dingin ketika musim salju tiba,ketika udara mancapai titik rendah 10 derajat di bawah 0 . lorong-lorong penyebrangan di tutup untuk keamanan.tapi gereja-gereja mereka tertutup ketika malam tiba,dimana tuhan mereka?dimana para alhi kitab mereka?mengapa mereka seakan buta dan tuli atas jeritan mereka?

Aku tak sanggup lagi berdiri lebih lama memandangi mereka tanpa melaukan apapun.karena aku tak sanggup bahkan memberikan secuil roti untuk mereka.

Tapi aku marah terhadap generasi muda yang hidup nya hanya di hambakan pada kemewahan,pada minuman keras dan seks bebas..mereka buang dan bakar uang mereka demi sebatang rokok demi mendapatkan predikat yang mereka anggap itu tuhan predikat yang mereka anggap itu modern..predikat modis.

Astagfirullahaladzim…ya allah…ampuni hamba mu ini yang lemah,yang tak dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi sesama mahlukmu…

Iklan

3 thoughts on “RENUNGAN

  1. komen 4
    sori ngendengi komen.. hihihi..

    perkoro nglelerno wong , aku tau maca psikologi: suatu pengantar by Susan ??? [1990an] terjemahan, asline mboh thn piro..
    dlm buku itu ada foto –yg dijepert thn 1950an– yg motret wong kleleran d amrik d tengah keramaian pusat kota, lalulalang orang.. [1/2 abad yg lalu = usia bpk ibu kita]

    wuih 33x.. kejamnya .. saiki mbok tambahi fakta2.. hiks 33x..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s