HAJIR…

Hajir namanya,sebuah nama yang indah dan enak di dengar,indah dan tampan seperti sosoknya lelaki periang dan penuh semangat dengan sikap nya yang periang dan sangat menyenangkan ini maka tak ayal dia selalu dikelilingi banyak kawan ,ia memiliki sifat sosialisasi yang tinggi lelaki ini adalah sebuah contoh yang nyata dalam hidup.tak akan pernah kalian sangka lelaki ini adalah m,anusia yang terlahir dari sebuah keluarga menengah kebawah .

Hajir kecil telah merasakan betapa berat nya hidupnya ia tak lagi dapat merasakan belaian lembut ayahanda nya Karena sang ayah terlalu dini di panggil oleh sang pencipta.menambah pilunya pelayat adalah ke 2 anak almarhum yang masih kecil-kecil dan ibunya yang terbilang masih muda 25tahun,betapa kuatnya sang istri dari wajahnya tak terpancarkan suasana duka bahkan ia terus menerus menenangkan para handai taulan yang datang melayat,”bersabarlah mba yu,,kang masi tu di sayang Allah maka ayahanda di panggil untuk bertugas dahulu..”katanya sambil mengusapkan air mata sahabatnya dengan kain kerudung berwarna putih yang sudah pudar warnanya kerudung terbaiknya sejak masih duduk di bangku sma. Dan ketika hajir anak bungsunya bertanya kepadanya kenapa ayahanda di balut dengan kain putih ibunda??,kenapa ayah tidak menjawab ketika hajir memanggilnya??apakah ayah tidur??lalu kenapa orang-orang datang dengan tangis??”ayah sudah tidur nak,tidur untuk selamanya karena ayahanda di panggil Allah” hibur ibunda hajir.dan dengan polos hajir kecil bertanya kembali”kapan ayah akan bangun ibunda??ayahkan belum sholat ashar?”tanyanya dengan wajah sepolos bidadari,”ayah tidak akan sholat lagi nak,.mulai hari ini kamu sholat dengan ibu dan mas sholeh yah..”jawab ibunda menerangkan,wajahnya begitu teduh,tak tersirat padanya rasa sedih di air mukanya,ia adalah ibu yang kuat dan sabar.ia bahkan sudah menjadi seorang janda di usianya yang relative muda, saat melihat keranda jenazah ayahanda berangkat ke makam,bahkan untuk terkhir kalinya hajir hanya tersenyum melambaikan tangan “sampai jumpa ayahnda sampai berjumpa di rumah allah di syurga” teriaknya dengan nada polos seorang bocah beusia 5 tahun.kontan seluruh pelayat pada hari itu menangis haru beberapa tetangga tak kuat menahan tangis hati mereka pilu melihat keadaan keluarga hajir bagaimana mungkin seorang bocah yang belum tahu apa2 mengenai hidup dapat mengerti arti dari sebuah kematian?

Rumah petak peninggalan almarhum satu-satunya adalah harta waris an satu-satunya dari ayahanda tercinta,sebuah rumah gubuk berlantaikan tanah dengan atap yang bocor di mana-mana,andaikan saja ada yang peduli dengan hidup mereka,yah banyak yang perduli dengan mereka tetangga dan handai taulan ayah hajir adalah guru mengaji di sebuah musholla kecil di desa bahkan ayahanda hajir sering di panggil ke desa sebelah untuk khotbah jumat,seorang ustad yang penuh tanggung jawab dan jujur.

Hajir kecil akhirnya di bawa oleh keluarga kakak ibunya ke kota lain untuk tinggal dan bersekolah. Dengan usianyanya yang masih menginjak 6 tahun hajir harus mau berpisah dengan ibunda tercintanya dan hanya bisa bertemu ketika lebaran tiba 1 tahun sekali.

Seperti biasa dengan riang dan semangat hajir kecil pulang setahun sekali dengan berbagai cerita di sekolahnya sepertinya ia tak lelah bercerita terus menerus kepada sang ibunda,menghibur ibunya dengan semangat..dengan melihat wajah sang ibunda yang teduh membuat hajir terus berceloteh seakan ia tak habis cerita ia terus ingat-ingat kisahnya selama 1 tahun berpisah dari ibundanya agar sang ibunda bisa terus menikmati cerita-cerita dari bibir kecilnya sang hajir…

Waktu terus bergulir hajir kecil telah beranjak dewasa tak terasa waktu 11 tahun terlewati dengan baik,selama sebelas tahun itulah,selama 11 tahunlah hajir selalu membantu budhe nya sepulang sekolah untuk berbelanja ke pasar rakyat yang jauhnya 2 kilo meter dari rumahnya dan selama 11 tahun ia membantu budhe nya untuk mempersiapkan makan siang untuk pakdhe nya dan mengantarnya kesawah dan membantu pakdhe nya bertani.dan ketika matahari baru akan meredupkan cahayanya dan kembali keperaduan di ufuk barat barulah hajir dan pakdhe nya kembali pulang ke rumah,pakdhe hajir dan keluarganya nya memang keluarga sederhana,meskipun mereka memiliki beberapa rumah yang mereka sewakan tapi pakdhe hajir juga tak pernah enggan turun kesawah untuk bertani bersama-sama dengan tetangga-tetangga rumah yang juga bekerja di sawah-sawah mereka,ketika di Tanya oleh hajir”pakdhe..kenapa pakdhe masih bekerja di sawah?sedangkan pakhde tidak perlul melakukan itu pakdhe sudah bisa makan enak”tanyannya ketika baru sebulan hajir tinggal di rumahnya yang sangat sederhana.”rumah,sawah dan isinya adalah ttipan allah hajir..tidak ada alsan untuk pakdhe untuk malas-malasan dan dengan berswah pakdhe jadi bisa merasakan bagaimana kerasnya bertani,dan pakdhe bisa terus menghargai beras yang kita nikmati setiap hari”jelasnya panjang lebar,hajir kecil telah mengerti betapa berharganya sebutir beras karena pakdhe nya.yang bahkan seorang dokter terpandang masih mau meluangkan waktu untuk berswah dan hidup serba sederhana.

selama sebelas kali pula ia pulang kekampung halaman dan bertemu dengan ibunda dan menceritakan kisahnya yang telah ia jalani selama setahun di sekolahnya seolah ia memutar kaset flashback agar ibunnda nya tak ketinggalan cerita buah hatinya.dan semua itu hajir lakukan dengan penuh semangat dan suka cita tanpa memikirkan beban yang ia pikul.

Kini hajir kecil telah berwujud dewasa menginjak usia nya yang mulai remaja hajir telah tumbuh dengan sangat matang,ia memtuskan untuk kembali kekampung halamannya untuk berbakti kepada ibunndanya.

Tak banyak yang bisa di lakukan hajir dengan ijazah sma nya ia tak menemukan pekerjaan yang layak,dari penjual korek api di pasar rakyat,penjual minuman soda di terminal bus dan sampai tukang becak telah ia tekuni, tapi dari semua pekerjaan itu hajir masih belum bisa mencukupi hidup nya tidak sampai di situ dengan semangatnya yang tak pernah padam dan sifat cerianya hajir akhirnya berkenalan dengan sekumpulan remaja pesantren di kota tempat tinggalnya para remaja ini juga memiliki nasib yang tak bannyak berbeda darinya mereka adalah remaja pondok yang di kelola oleh seorang kyai muda.pondok pesantren tmpatnya menuntut ilmu,yah benar pesantren adalah tempatnya menuntut ilmu agama dan bukannya tempat investasi untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya dengan memungut biaya ini itu dari para santri-santrinya.

Seperti halnya pesantren tempat kawan-kawan baru hajir menuntut ilmu.

Sebuah pesantren desa yang tak memungut biaya apapun,para satrinya pun yang datang dari berbagai pulau datang untuk nyantri dengan catatan: ilmu dan tempat tinggal gratis tapi makan harap cari sendiri,maka para santri yang tulus-tulus inilah datang dengan berniat berguru tapi mereka tidak pernah mencatat bahwa mereka akan di berikan modal oleh para ustad mereka untuk usaha.modal yang di berikan juga terbatas.jangan pernah membayangkan jumlahnya jangakan 100juta,10juta untuk modal minim membuka bengkelpun tak sampai..1 juta untuk kulak sayur di pasar porong?ah..mana ada ustad jujur yang kaya akan harta?? Para ustad mereka hanya mampu memberikan 100.000 rupiah untuk modal utama para santri yang telah lulus.dengan uang 100.000 mereka bisa memulai bisnis kecil-kecilan..misalnya berjualan poster dari poster yang islami sampai poster artis-artis holiwood dan bollywood yang dadanya terbuka-buka contoh poster salah satu actor India sahruk khan yang selalu berpose syur di poster dengan dada nya yang berbulu itu.

Dengan modal 100.000 sebagian santri memakainya utnuk menyewa 1 pohon mangga(pada musimnya) yang hasilnya bisa 3 kali llipat.pekerjaan yang mudah hanya cukup menemani pohon mannga sewaannya,pagi siang sore malam agar pohon mangga nya tidak di jaili oleh tangan-tangan yang iseng bahkan terkadang mereka rela tidur di bawah pohon mangga,bahkan mengaji di bawah pohon tersebut,seluruh aktivitasnya tak akan jauh dari pohon mangga sewaannya. Bahkan si penyewa sudah siap dengan galah(tongkat panjang) jika sewaktu2 ia berada jauh dari pohon mangga sewaaannya yang ia sewa ia bisa dengan cepat menegur orang iseng tersebut dengan galah ditangannya.

Hahaha….

Setelahnya para santri yang pintar dan amanah itu ketika modal telah kembali utuh mereka akan mengembalikan modal utama yang di pinjam dari para ustad terhormat,para ustad sendiri biasanya tidak mengharapkan banyak gajih dari mengajar biasanya para ustad yang memiliki talenta sendiri hidup dari hasil karya mereka sendiri misalnya menjual buku-buku agama . atau jika maulud nabi datang maka selama 1 minggu para ustad atau bahkan satri mereka akan memilki pekerjaan baru yaitu membuka stand ah tidak perlu terlalu muluk membeber kain sarung dan dingklik sudah cukup serta alat-alat tulis seperti spidol dan kertas-kertas ukuran 30×50 meter yang biasanya bergambar sebuag desa atau danau dengan langit senja di dalam nya untuk di bubuhkan tulisan kaligrafi nama pesanan orang-orang yang tak memiliki skill di bidang kaligrafi.biasanya pekerjaan musiman sebagai pekerjaan sampingan ini sendiri cukup bisa di andalkan,hanya bermodal kertas dan spidol maker dengan harga 5000rupiah,bisa berlilpat hasilnya.mungkin hanya kaki kesemutan kendala yang mereka derita karena berjam jam harus duduk di dingklik kecil di bawah dengan kaki menekuk.

Ah…sungguh malang nya nasib mereka mereka yang malang!!

Adakah yang peduli?

Tidak..tidak…mereka inilah para mujahid yang selalu hidup dalam kesederahanaan yang di ajarkan junjungan kita nabi Muhammad saw.

Tentu pekerjaan ini sangat mulia dibanding kan dengan para koruptor denga perut mereka yang membuncit.yang hanya memikirkan bagaimana mengenyangkan perut mereka.

Dan Hajir..

Ah hajir…kini kau telah dewasa…banyak sudah yang kau pelajari di luar sana..ketika dengan keihlasan kau pergi demi menuntut ilmu..

Kau telah menjadi lelaki yang kuat dengan pikiran yang bening…sebening embun di pagi hari yang jarang orang miliki…

Senyummu yang khas dan tawamu yang lepas terkadang membuat sebagian orang iri karena kau seperti menantang hidup tapi siapa tahu kau memiliki hidup yang berliku..

Ayahmu akan selalu terseyum menerima doa dari bibir mu yang tak tak pernah kering dari doa..

Matamu terus berbinar memancarkan energi positive untuk orang –orang sekitar seakan mengajak mereka untuk menyambut hari –hari indah esok hari..

Wajah teduh ibumu masih ada di benakmu ketika mengantar sang ayahanda pergi menemui sang pencipta..seakan ibumu tak pernah lelah untuk terus membungkuk didepan mesin bordir tuanya..

Di pandanganmu itu hajir….

Dunia akan terutunduk,dan menurut karena pemuda seperti mu…

Teruslah berjuang hajjir…raih seluruh mimpi mu yang tertunda..

Yakin lah bahwa esok…ketika kau bagun tak akan kau temukan lagi genteng-genteng yang bocor yang air rembesannya bisa membasahi tubuh ibumu dan tubuhmu..

Rostov on don,

22 nov 2008

Iklan

2 thoughts on “HAJIR…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s