Gomah

ketika rindu ku tak terbendung,ku pencet nomer telp tujuan indonesia tut..tut..tut.. terdengar suara sambungan dari telepon gemgamku..

ternyata lama aku tak berbincang dengan wanita setengah baya yang kesepian ini,gomah begitu panggilannya,wanita terdekat denganku yang telah memberikan jalan untukku untuk hadir di dunia ini,wanita yang lembut,namun tegar,wanita yang berpendirian namun tegas,wanita yang perkasa namun hatinya kaya akan kasih sayang.itulah gomah,mamahku tersayang.subhanallah

wanita yang kukenal sabar dengan karakter yang kuat contoh seorang ibu yang berhasil mendidik putra putrinya,seorang ibu yang tak pernah mengeluarkan air mata walaupun di saat yang paling menyedihkan yang pernah ia hadapi,seorang ibu yang susah mengeluarkan kata-kata keluhan disaat ia merasakan beratnya jalan hidup yang ia jalani,seorang wanita yang tak pernah menyerah kepada hidup.seorang wanita yang selalu memikirkan orang lain sebelum memikirkan dirinya sendiri. aku salut dibuatnya,aduhai gomah..gomah..

“halo…” terdengar suara dari seberang,ah suara gomah terdengar renyah,begitu menyentuh,membuatku menahan air mata disini.

“haloo gomaaah apa kabar?” sapaku dengan air mata menggenang di kelopak mata,ternyata aku mudah sekali tersentuh berbeda dengan gomahku.

“halo dinda,gomah baik,gopak lagi kerja lagi jalan ke madura mau ngangkut orang-orang dari madura ke jakarta,mau nonton tukul katanya” jawabnya dengan nada riang dan renyah,itulah gomahku.ah aku ini anak tak tau diri saat kutelpon ini di indonesia sudah tengah malam,seharusnya gomah sudah terlelap dalam tidurnya setelah kerja seharian,sedangkan gopak sedang melaksanakan tugasnya mengantar orang-orang tadi,benar gopak ku bekerja sebagai supir bus pariwisata,aku selalu bangga kepada semua ketika di tanya kerja apa gopak mu? aku jawab dengan lantang SUPIR BUS!!

bisa dibayangkan kawan,profesi seorang supir adalah pekerjaan yang mengagumkan sebab gopakku menjadi seorang supir profesional,24 jam ia membawa puluhan nyawa di tangannya,tapi bukan itu yang membuatku bangga.bukan bukan

pernahkah kita berpikir bahwa kita ini juga seorang supir,yang menyetir seluruh anggota tubuh yang Allah titipkan kepada kita?

pernahkah membayangkan bahwa jalan aspal,jalan berbatu,jalanan berbukit  yang berkelok kelok,jalan bukit yang terjal. contohkan saja jika hidup kita kita samakan dengan bus jurusan bangil-jakarta.bangil sebagai start nya dunia dengan jakarta sebagai finishnya akhirat.

dari bangil kita melewati jalan tol yang jalannya lurus..mulus,dan bebas dari kemacetan. sama seperti hidup ini,ketika kita masih balita hingga tamat SD kebanyakan dari kita masih belum merasakan susah nya hidup semuanya itu bagaikan jalanan hidup kita yang tak selamanya,semakin kita dewasa,semakin kita mengetahui semakin kita merasakan bahwa jalan tak selalu melewati TOL yang bebas hambatan,karena kita harus melewati jalanan berbatu,jalanan terjal naik turun,bahkan jalan licin oleh hujan dan oli,jika tak berhati-hati kita akan terpeleset nyawa menjadi taruhan.

belum lagi saat hidup di haruskan memilih ya karena hidup memang sebuah pilihan, seperti ketika busa yang kita bawa sekiranya kita tahu jalan mana yang bebas dari kemacetan kita harus pintar memilih jalan lain yang terbebas dari masalah,kadang-kadang jalan yang menjadi pilihan agak sedikit jauh memutar tapi tetap saja niatnya kembali ke tujuan semula jakarta.

seorang supir haruslah tahu detail jalan utama dan jalan darurat untuk bisa sampai di tujuan dengan selamat. sama seperti kita manusia yang harus tahu tujuan hidup kita di dunia dengan ilmu untuk mencapai akhirat dengan selamat.

gopakku adalah seorang supir.yang mengetahui jalan menuju jakarta yang bisa menghindari macet di jalan utama dan bisa melewati jalanan terjal. aku bangga dengan gopak!! bangga sekali!!

“liat tukul mah?ahahaha ada ada ajah..mamah sendirian donk di rumah?” tanyaku penuh kwatir,jika rumahku di indonesia adalah rumah yang layak dengan dinding beton atau dinding semen mungkin aku tak akan terlalu kwatir,tapi dinding rumah mamah ku adalah kayu,yah rumah mamah adalah rumah panggung yang sudah berumur 15 tahun,dengan kondisi yang sudah tak terlalu kuat untuk sebuah rumah kayu. jika musim hujan rumah gomah sering bocor dan dingin karena sela sela dari dinding kayu yang tak rapat, rumah gomah jika siang datang panasnya bagai di oven karena langit-langit yang tanpa lapisan eternet,dan rumah gomah berada di tengah tegah ladang luas.mungkin sedikit saja banjir melanda,rumah gomah akan pindah lokasi dengan sendirinya.dan jika saya tak berhati-hati rumah gomah bisa hilang di tiup angin puyuh.rumah gomah terletak di tengah sawah dan ladang yang di sisi sisi nya terhampar luas sawah sawah,terkadang banyak mahluk mahluk alam bebas  jalan jalan di sekitar rumah gomah,ya jika hanya sekedar burung-burung sawah aku tak perduli jika si jantan cobra dan saudaranya melintasi rumah aku bisa mati kutu.karena tak sekali dua kali rumah gomah kedatangan tamu berupa om cobra dan kawannya,yang sengaja atau tidak numpang bergelantungan di sela-sela kayu,atau bersembunyi di bawah mesin cuci yang sudah berkarat dimakan usia.

“mah,emang gomah ga tkut nanti kalo ada ular lagi? gomah jangan sendirian di rumah ”  sergahku seceoatnta karena di rundung gelisah tak terkira.

“ah,gapapa,gopak cuma jalan seminggu ko nanti juga pulang,lagi pula gomah ga sendiri banyak temennya” jawab gomah meringankan kwatirku disini.

“emang gomah ama siapa di rumah?”tanyaku diam diam menyelidiki

“ini kan gomah punya peternakan kucing,di rumah gomah ada 10 kucingnya,terus masih ada lagi duda angsa di halaman depan jadi insyallah ularnya ga berani macem macem lagi..” jawabnya menenangkanku,tapi emamng benar gomah emang pecinta kucing,gomah tak memandang apakah kucing itu buluk jelek ataupun dekil,gomah selalu merawatnya dengan tulus dan baik,baik gomah maupun gopak sama sama menyukai hewan berbulu yang manja ini.

uang belanja gomah walaupun tak seberapa selalu ingat pada kucing-kucingnya,bahkan terkadang gomah tak pernah pedulijika lauk hari ini sama dengan lauk para kucing.mamah menghargai kucing sebagai mahluk ciptaan Allah yang allah titipkan kepada gomah.

aku jadi teringat ketika aku masih di indonesia,banyak kucing yang datang hanya sekedar melahirkan setelah itu pergi begitu saja setelah beranak pinak,tak lama sang bunda kucing tertabrak mobil di depan rumah,sehingga para bayi-bayi kucing tersebut gelisah sepanjang malam dengan sabar gomah memberi makan para bayi kucing itu memberinya susu,memberinya susu sepanjang malam,jika bayi manusia untuk mengurusnya saja sudah banting tulang dan terkadang masih saja harus begadang,dan itu hanya seorang sedangkan untuk para baby kucing itu ada 4 ekor dan semuanya mamah yang mengurusnya.

setelah para bayi sedikit dewasa mamah mengajarinya untuk buang air di luar  rumah,tak sekali dua kali rumah mamah di jadikan ponten umum oleh para kucing itu tapi gomah dengan besar hati  membersihkannya. dan terus mengajarinya agar menjadi kucing yang baik

gomah,dan kucingnya selama 10 tahun terakhir gomah dan para kucing yang hilir mudik dari meong(kucing gomah) sampai cicit nya meong gomah masih saja memeliharanya dengan kasih sayang.

bagi gomah,kucing itu tak layaknya titipan dari allah,berapapun banyaknya gomah tak pernah sampai hati membuang nya ke pasar,atau ke jalanan.”jika bukan Allah yang mengirim kucing kucing ini tak akan datang kerumah gomah..kucing kan juga punya insting..🙂 ” kata gomah suatu hari. bagi kamipun anak-anaknya tak menajdi masalah dan setuju bahwa kucing memang titipan allah. “toh yang kasih makan kucing ini kan bukan gomah tapi Allah”

tak kaget jika ketika gomah lagi ngontrol halaman rumah yang hampir 1 hektar itu  para kucing prajurit mamah semuanya ikut tanpakecuali bagai kan di komando para kucing berjalan mengiringi gomah,ada yang jlan di depan langkah gomah,di samping kanan dan kiri dan ada pula yang di belakang untuk menjaga gomah.

jika saat makan datang para kucing ini bergekayutan di daster gomah,ada yang sampai bergelayutan di pundak gomah dan di kepala gomah, sampai kulit gomah luka tergores kuku mereka yang tajam.

“ya udah.semoga gomah baik baik aja..” jawabku akhirnya,

“iya kamu juga ya,baik,baik jaga dita titip ya.. ” nasehatnya untuk kami berdua di rusia. sejak adik terkecil ku memutuskan berangkat ke rusia untuk study. gomah menjadi sendiri.tak dapat kubanyangkan betapa gomah begitu kesepian,melewati hari-harinya sendiri dengan para kucingnya. ditengah tengah ladang dan sawah

bercermin pada gomah yang menghargai arti dari sebuah titipan Allah untuknya.membuatku bangga memiliki gomah seperti beliau.


-gomah and the gank-


rostov 31 januari-2009


5 thoughts on “Gomah

  1. Kak,memang gomah kakdinda patut dicontoh,hebat bnget.Kak dinda harus bisa seperti gomah kak dinda.Semoga goMah kak dinda mendapat perlindungan dari Allah meskipun sendirian dan juga memperoleh ridha Allah karena telah menjadikan putrinya seorang yang hebat seperti sekarang ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s