Dunia anak dan pelajaran yang bisa di ambil

Menurut Aristoteles, bahwa perkembangan anak terbagi dalam 3 fase, yaitu :
• Fase I : umur 0-7 disebut masa nak kecil, kegiatan anak waktu ini hanya bermain.
• Fase II : umur 7-14, masa sekolah, dimana anak mulai belajar di sekolah dasar.
• Fase III : umur 14-21, disebut masa remaja atau pubertas, masa ini adalah masa peralihan (transisi)dari anak menjadi dewasa.


usia gaik 7 tahun, gaik ini adalah tetangga ku di asrama,ia hidup di lingkungan dormitory khusus untuk mahasiswa asing dan rusia. seperti hal nya keluarga lain yang tinggal di asrama ini adalah mereka mereka yang “zarplata”/bayaran nya minim,atau di perbolehkan bagi mereka mereka yang juga bekerja di Lingkup SFU(southern federal university) salah satu nya adalah ibu dari Gaik yang bekerja sebagai cleaning service di asrama khusus untuk lantai 5,gaik dan orang tuanya adalah orang armenia – pecahan unisoviet,meskipun begitu mereka juga berbicara dalam bahasa rusia selain bahasa ibu mereka sendiri 🙂

saat itu,sepulang kuliah aku yang memang baru akan kembali “nongol” di asrama sekitar pukul 7-8 malam karena kelas baru akan selse jam 7 malam,sedangkan jarak tempuh antara kampus-dorm sekitar 90 menit.

tak sengaja melihat Gaik yang sedang asik berlari lari di antara tangga dan koridor di lantai 5 bersama teman teman lainnya aku panggil, sebetul nya aku agak sedikit “malu” untuk berbicara dengan mereka karena pada dasar nya aku susah sekali berteman dengan anak anak kecil.. tetapi berhubungan dengan masuk nya aku ke psikologi perkembangan membuat ku mengalahkan rasa-rasa itu.. bagaimanapun aku harus bisa masuk kedunia mereka,dunia anak yang sama sekali asing buat ku..

dengan sangat ramah dan tanpa basa basi ia menjawab IYA ketika aku meminta nya untuk membantu ku menggambar 😀 “awal yang baik” buat ku…
akhirnya gaik mengikuti ku ke kamar, rasa lelah dan freezing akhirnya mencair ketika aku mulai mengeluarkan beberapa lembar kertas dan pencil warna di depan Gaik.

ia sangat menyukai nya dengan senyum khas nya tanpa malu ia bertanya pada ku “apa yang harus aku lakukan??” aku memberinya tema tugas ku dan dengan sekuat tenaga mencoba untuk mennjelaskan apa yang di maksud dari tugas kuliah ku itu.. meskipun aku harus terpatah patah menjelaskan karena tetap saja aku orang asing yang terkadang fenotika nya masih ancur ga jelas..tapi Gaik tak begitu merisaukan aku.. ia malah membetulkan grammar ku ketika aku salah mengucapkan nya.. wow… timbal balik yang bagus!!

ia memulai menggambar seperti yang sudah aku jelaskan pada nya.. benar ia mengerjakannya dengan sangat serius 🙂 meskipun berkali-kali ia mengatakan pada ku “maaf ya.. saya tidak pandai menggambar.. tapi saya akan tetap menggambar my best for you” katanya dengan gaya orang dewasa..hahaha

anak seusia Gaik 😀 ia berlagak seperti anak anak abg.. tapi tunggu. setelah aku cermati lagi.. bukan Gaik beetingkah seperti orang dewasa tetapi memang beginilah sikap anak anak yang hidup di rusia,mereka memang tidak pernah di ajari untuk manja meskipun mereka cuma 1 di keluarga.salut…
sekkolah di rusia mengajarkan anak anak ini untuk mandiri sejak usia 5 tahun jadi tidak kaget jika di usia nya yang ke 7 tahun ini Gaik sudah bersikap layak nya ABG hanya saja sikap anak anak nya tetap tidak bisa di sembunyikan 😀 misal nya ia akan menggodaku dengan memasang wajah sinis nya dan bercerita tentang kejadian hari ini di sekolah nya.. sungguh sangat menyenangkan 🙂

aku terkejut.. SANGAT terkejut.. ketika ia mengatakan langsung kepadaku tanpa basa basi “Lain kali jjika guru mu memberimu tugas menggambar lagi .. kamu bisa panggil aku kapan saja ” ungkap nya di tengah-tengah aktivitas menggambarnya.

bahkan ia menepati janji nya.. untuk melanjutkan gambar yang belum selse karena ia sudah harus pulang dan istirahat,keesokkan hari nya ia datang kekamar.. tanpa aku jemput dan siap menyelesaikan tugas nya .. aih… betapa malu nya aku yang terkadang masih saja suka lupa akan janji

setelah menyelesaikan tugas nya ia menyerahkannya pada ku sambil tersenyum “sudah selesai” dan ia bergeas pulang.. ketika aku memanggilnya kembali untuk memberinya kue-kue kecil ia menolak nya dengan sangat halus,ia malah mengatakan “terima kasih tapi tidak perlu karena di rumah saya sudah ada ” katanya..

aku sedikit terbelalak terheran-heran.. mental nya dewasa sekali.. ia tak mau di berikan imbalan untuk hal seperti ini.karena sewaktu aku praktek kerja di Indonesia aku sibuk menyiapkan “jajanan anak kecil” buat adek adek kecil yang sudah berbaik hati membantu ku menggambar.. dan mereka sangat senang menerimanya , beda negara beda kultur.. ternyata hal seperti itu di Rusia tidak berlaku.. sudah mulai aku melihat berbedaannya 🙂

aku mulai menyukai hal hal yang berbau anak-anak.. dunia mereka sangat unik,menyenangkan,dan sangat menarik untuk di pelajari

sekarang aku tau betapa “berharganya anak-anak yang SEHAT secara mentalitas dan jasmani” untuk membangun negara yang sehat dan cerdaas..

# dari Gaik aku bisa belajar : tidak melihat siapa yang menjadi guru kita karena figur,karena ilmu bisa di dapat dari siapa saja bahkan seorang anak kecil…
#menghargai dan bertanggung jawab atas apa yang ia kerjakan
#tepat janji 🙂
# tentang bagaimana membantu orang lain tanpa pamrih.. berjiwa besar dan dewasa 🙂

mantab pokoke 😀

Iklan

6 thoughts on “Dunia anak dan pelajaran yang bisa di ambil

  1. 😥 terharu… terkadang umur tua tida menunjukkan kedewasaan.
    Tentang tepat janji, tanggung jawab, membantu sesama tanpa pamrih, itu adalah jiwa yang dibentuk oleh lingkungan. Mbak… suk nek mulih, ciptakan lingkungan yang baik di kelouarga ya… aku juga berusaha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s