ana bahabek ya habibi*aku cinta kamu* cerpen

mbah gugel

Ana bahabek ya habibi

Aku sangat merindukan nuansa keislaman di Indonesia,entah kenapa aku menjelma menjadi orang yang relegius,semakin aku takut akan jauh nya aku dari Tuhan,dengan alasan itu membawaku berkenalan dengan sekumpulang “mahasiswa arab” disini.
Setidak nya meskipun aku jarang lagi mendengar adzan, aku bisa mendengar orang bercakap-cakap dengan bahasa para nabi itu.

Bermula karena signal mata keranjang ku yang tiba-tiba aktiv ketika aku melihat sesosok mahasiwa dari siria yang “tampan” dan berhati lembut. Ow sempat beberapa kali aku membicarakan tentang dia yang aku sebut dengan sebutan “abah” dengan mang ni dan oncom,benar mang ni dan oncom menanggapi ku mereka mengatakan untuk berhati-hati dengan orang asing meskipun sama sama islam tetapi budaya dan tradisi berbeda, yap! Cinta memang buta! Bukan Cuma buta menurutku cinta juga tuli karena aku tak bisa mendengar peringatan peringatan itu dari mang ni dan oncom! Wow! Dasyat!

Kebiasan jelek ku yang selalu bersikap SKSD(sok kenal sok deket) itu membawaku masuk di antara “kumpulan mahasiswa arab” yang ganteng-ganteng dan berbahasa nabi.

Aku memang orang desa yang masih terbengong bengong keheranan dan berpikir “kenapa mereka berbicara tapi aku tak mengerti ya?”
Hari itu aku datang bertamu ke kamar abah, yang ternyata abah memiliki roomatte yang tak kalah ganteng! Mereka hidup berdua! Padahal jatah perkamar di huni 3 orang tapi mungkin uang bicara lain! Karena mahasiswa arab disini di anggap para raja,raja minyak dari arab! Karena tajir dan berlimang harta.

Abah dan roommate nya yang akhirnya aku mengenal nya dengan nama nabil,nabil datang dari yaman, jika abah adalah seorang yang dewasa dan lembut maka nabil adalah seorang yang perhatian dan sangat romantis. Tak urung semboyan “alon alon asal kelakon” kami bertiga pun menjadi akrab hampir setiap hari aku ke kamar mereka.untuk mengerjakan damasnie zadanie(pekerjaan rumah) ataupun sekedar makan malam bersama. Jika sehari saja aku tak datang maka abah atau nabil akan menjemputku ke kamar.yah persahabatan yang baik!

Hari itu adalah hari ulang tahun abah,bukan hanya aku yang di undang dalam pesta kecil kecilan yang di adakan di kamar nya mahasiwa mongol yang jatuh cinta pada abah pun ia undang. Perasaan cinta ku sudah hilang ketika aku lebih mengenal abah karena abah bagiku tak lebih seorang kakak yang sayang pada adik nya. akupun demikian!

Acara terbilang meriah,hampir 15 orang berjubel di dalam kamr beukuran 4×5 itu beberapa botol minuman bersoda dan 2 buah cake ulang tahun tertata rapih di atas meja. Tak ada minuman alcohol karena abah adalah seorang yang taat! Di tengah acara setelah abah yang membuka acara dengan doa bersama terlihat beberapa mahasiswi dari mongol yang menggunakan baju pesta dengan dada sedikit terbuka salah satu di antaranya adalah urna gadis mongol yang tergila-gila ketampanan abah!

Bukan rahasia lagi tentang kebenaran cinta urna yang selalu di tolak abah secara halus, semua orang di asrama ini tau tentang kisah cinta bertepuk sebelah tangan itu. Suasana memanas ternyata bukan hanya doa acara di lanjutkan dengan acara berjoget bersama! Iya berjoged bersama!

Oh tuhan! Kamar berukuran kecil yang sesak itu menjelma bagaikan diskotek saat lampu nya di padamkan! Suara musik yang hingar binger dari speaker yang di sambungkan ke laptop milik abah dan juga goyangan hot undangan malam itu,aku Cuma duduk terdiam karena tak menyangka jika abah pun melakukan hal yang tak pernah ku tebak sebelum nya!aku sedikit kecewa! Pikiran ku melayang laying kemana-mana sebuah pernyataan “mungkin karena ini Tuhan menurunkan al quran di tanah arab!”

Bagaimana tidak! Tak beda kelakuan mereka baik tamu undangan maupun abah yang arab itu dengan orang orang eropa lain. Huh! Aku sebal aku terus saja duduk diam terbisu kepala ku pusing karena hingar bingar suara musik yang sangat kencang itu. Tiba tiba suara nabil membuat semua orang tersentak tak percaya

“dan sekarang mari kita berdansa! Untuk abah yang berulang tahun silahkan memilih pasangannya untuk di ajak berdansa!”

Suara musik rap dan remix ia ganti dengan suara musik slow untuk berdansa,abah yang sudah kesetanan pun langsung menggenggam tangan urna untuk di ajak nya berdansa! Apa? Dansa??aku tak percaya!

Seluruh undangan duduk di tempat duduk secara berdesak desakan, termasuk aku yang duduk bersebelahan dengan nabil. Mungkin nabil mengerti perasaan ku tapi ia hanya memandangku membisu.

Sedangkan abah? Semakin terlena dengan musik dan perempuan di pelukanya,urna yang merasa mimpi nya selama ini terwujud,wajah putih bulat dengan mata segaris itu memerah padam menahan malu dan gejolak rasa kaget, bagaimana mungkin abah yang selama ini selalu menolak urna dan bergaya bak seorang ustad yang menasehati ku untuk terus menjaga sholat dan puasa berkelakuan seperti itu. Aku diam tak berkata apa-apa hingga sebuah suara dari salah seorang undangan menyuruh abah mencium urna! “kiss her!! Kiss her! Kiss her!!” yang di ikuti oleh semua undangan!
Merasa tertantang abah yang sudah di mabuk suka cita pun tanpa sadar “cup” mencium urna di depan seluruh undangan! Ciuman yang mendarat di bibir urna pun di sambut teriakan dan gemuruh tepuk tangan para undangan.

Jantung ku seakan copot,bukan lantaran aku cemburu tetapi aku terkaget kaget dengan apa yang baru saja kulihat! Aku lekas beranjak meninggalkan suasana kamar yang sudah tidak manusiawi itu dan kembali kekamar ku sendiri dengan menahan sejuta air mata kecewa.

30 menit setelah sekembalinya aku ke kamar,aku mendengar suara gaduh dari koridor ketika aku lihat ternyata 3 orang petugas rumah sakit datang dan menggotong seorang perempuan yang tak sadarkan diri dan ternyata adalah urna! Hah? Apa yang terjadi? Kenapa tiba tiba urna bisa kehilangan kesadaran seperti itu? Tak mau ambil pusing aku kembali ke kamar dan melanjutkan mengaji alquran,kamar ku sepi tak ada orang mariam sedang kekamar temanya di lantai 4 dan mireille di kamar pacar nya di sayap gedung yang lain.

“tok tok tok!!dinda…” seseorang datang.,sepertinya aku kenal suara ini.lemah sekali tapi aku tak peduli kan suara itu.

“dinda.. assalamualaikum” suara itu terdengar lemah tercekat di tenggorokan namun di paksakan agar terdengar oleh ku.

Ketika ku buka pintu kamar ku aku melihat sesosok abah dengan wajah merah dan raut muka yang sangat sedih! Aku masih terdiam aku seakan tak kenal dengan abah yang dulu. Tak kenal!

“boleh aku masuk?”Tanya nya..

dan aku mengangguk tak tega melihat wajah nya!
Mempersilahkan ia masuk dan kami duduk di kursi meja makan yang sengaja kamar ini di dekorasi sedemikian rupa agar menjadi 2 bilik,bilik kamar yang berisi kasur dan ruang kecil untuk meja makan. Aku dan abah duduk di sana kulihat wajah abah sendu,ia seakan meratap! Dan memikirkan sesuatu yang berat!

“dinda,sebelumnya aku minta maaf,seperti nya kamu kaget melihatku hari ini?” kata-katanya membuka pembicaraan,aku terus diam sambil menunduk tak kuat mengacuhkan rasa kecewa!

“dinda,aku tau aku salah,karena terlalu senang aku lepas control! Aku mencium urna! Perempuan yang tak halal bagi ku! Sekarang urna di rumah sakit,ia pingsan setelah aku cium karena ia shock dan langsung demam tinggi! Ia hampir kehilangan nyawa nya karena ia sempat tak bernafas!”
Abah menitikan air mata,ia menangis di hadapanku! Tangis penyesalan,yang terdalam atas kecerobohannya. Aku diam tak berkata apa apa, aku bingung harus berkomentar apa pada seorang pria yang menangis di hadapan ku.abah.. maaf…

Setelah kejadian itu hubungan ku dengan abah sedikit merenggang,aku tak lagi sering bermain ke kamar nya aku merasa abah telah berubah,sebulan lama nya aku berdiam aku lebih menghindari pertemuan dengan abah dan nabil dengan alasan akan ujian semester awal.dan aku harus belajar tak ada waktu untuk bertamu.
Hari itu adalah hari akhir ujian aku telah meyelesaikan ujian ku dengan perfect,entah salah makan apa aku ini otak ku yang berkapasitas Pentium 1 ternyata bisa menyelesaikan ujian dengan baik dan lancar. Nabil datang kekamar ku dan aku tak bisa menghindar

“dinda coming to us,abah cooking a special food for you.. I think he miss you so much”

Merasa terlalu berlebihan jika menolak undangan,maka aku pun menyetujui nya.abah seakan tak ada rasa apa-apa pun memasak dengan riang hati ayam panggang khas timur tengah andalannya yang juga menjadi favorit ku ia masakan untuk ku.beginilah cara mahasiswa arab makan malam,seekor ayam utuh untuk tiga orang dengan “lavas” atau semacam “nan” roti khas India tanpa nasi tanpa sayur.Kami bertiga makan bersama seakan-akan tak pernah terjadi masalah apa-apa di antara kami bertiga.

Di tengah tengah makan malam kami, abu jamal seorang calon professor mahasiswa s3 yang datang dari jordania datang ,karena tak mau di sebut “pelit”atau bakhil dan adalah tradisi orang arab yang tak pernah menolak ajakan makan,sebelum abu jamal memulai suapan pertamanya sebagai seorang yang sudah berumur (abu jamal beumur 48 tahun)maka abu jamal sebentar berbicara dalam bahasa arab,bahasa yang sangat khas dan familiar di telingaku itu, aku tak melihat abu jamal yang sedang menyampaikan sesuatu kepada nabil dan abah itu malah terdengar sangat empuk khikmad ah.. sungguh aku rindu sekali dengan bahasa itu begitu dingin di hati ku tanpa terasa aku yang juga mendengar suara empuk milik abu jamal yang sedang berbicara seakan akan mendengarkan siaran langsung aa gym sedang bermuhasabah dan tanpa di komando bibir ku berucap “amin ya allah.. amin ya allah.. amin ya allah” berkali kali.kelakuan ku ini janggal sehingga membuat nabil,dan abah terdiam abu jamal pun mendadak menghentikan ucapannya.

Suasana hening aku yang terlalu khusuk mendengarkan abu jamal itu kembali tersadar kubuka perlahan mataku ku lihat wajah heran penuh tanda Tanya dari ketiga bangsa nabi ini abah membuka Tanya

“dinda are you okey?”

Sadar atas kelakuan ku yang mengganjal ini ,aku membuang muka,tetapi wajahku terlanjur memerah menahan malu.dengan malu malu aku Tanya

“is abu jamal praying for us?”

Nb : ternyata setelah puas tertawa abu jamal,abah dan nabil pun menjelaskan jika abu jamal datang untuk bertanya sesuatu dan bukannya sedang berdoa. Mereka memakllumi jika aku yang sesalam muslim tak mengerti bahasa arab! HUH aku malu!

Setelah makan aku dan nabil kebagian cuci piring,yah karena abah sudah memasak jadi aku membantu nabil untuk cuci piring

“dinda,kenapa kamu tak pernah datang ke kamar lagi? Aku kesepian!” Tanya nabil membuka basa basi.
“kau tau sendiri aku ujian jadi aku perlu belajar ekstra hehehe.. maaf ya” jawab ku tanpa rasa curiga sedikit pun

“dinda,kau tau seseorang jatuh hati pada mu!” ia mengatakannya langsung membuatku kaget dan lemas,ah.. apakah itu abah? Mengapa ia tak katakana sendiri ?

“are you kidding? Who the poor boy that’s loving me? haha” Tanya ku basa basi,karena kau tak bisa mnyembunyikan wajah ku dari rasa malu tak tertahan kan!

“yes the poor boy! Yang selalu merasakan kesepian sebulan ini!” jawabnya tanpa memandang wajah ku.

Setelah pekerjaan cuci piring selesai aku kembali kekamar untuk sebentar merebahkan tubuh ku tak lama suara sms masuk ke ponsel ku,ketika ku lihat ternyata isi nya dari nabil kira-kira isi nya berbunyi
“lelaki yang selalu kesepian itu adalah seseorang bodoh yang baru menyadari telah kehilanganmu selama sebulan ini.. lelaki bodoh yang merasa sengsara karena tak mampu lagi menahan gejolak cinta nya padamu… mau kah kau menerima cinta lelaki bodoh itu?”
Aku terdiam terperanjat,aku tak menyangka ada sms seperti ini,oh tuhan apa ini? Aku sudah berjanji untuk tidak lagi berpacaran karena aku ingin sekali focus ke kuliah! Tidak! Aku tidak mau!
Tiba tiba sms ke dua datang berbuyi

“dinda,akulah lelaki bodoh itu..maaf aku sayang kepadamu!”

Astaga naga! Apa ini? Tak salah nabil menulis ini padaku? Kusangka abah yang mencintai ku? Ternyata..

Aku masih tak membalas sms nya aku terlalu kaget dan tak percaya untuk ini tetapi sms ke tiga datang dengan bunyi

“buka pintu aku sudah berdiri di depan kamar mu!”

Entah setan apa yang mengacaukan niat baikku! Aku terlalu naïf untuk hal percintaan! Baru saja aku putus dari laki laki yang begitu mencintai ku tetapi aku urungkan meneruskan karena masalah keluarga! Dan aku asih sangat sensitive mengenai hal seperti ini!

“pulang saja.. aku lelah,bisa besok saja kita bertemu?”

Semalaman aku tak bisa tidur,terus memikirkan isi sms dari nabil,aku tak mengerti apa yang ia pikirkan.aku menelpon abah setelah sholat subuh,aku tau abah pasti sudah bangun dan nabil pasti masih berada di dalam selimut nya,di dalam telpon abah mengatakan jika yang mengundangku makan malam dan menyuruh masak ayam panggang itu adalah ide nabil,selama sebulan ia selalu bertanya Tanya tentang aku dan seperti nya nabil serius pada ku!

Aku adalah orang yang mudah terhasut dan tak tega an. Setelah sholat dhuhur kembali nabil menunggu jawab ku,aku mengatakan kapada nya untuk menemuiku di tangga menuju lantai 5, dan ketika aku telah sampai di sana nabil sudah menunggu ku,wajahnya pucat entah kenapa suaranya pun bergetar. Nabil berusia lebih tua dari ku 2 tahun,yang aku tahu ia adalah salah seorang anak jendral angkatan udara di negaranya. Informasi itu aku tau dari abah dan abu jamal,nabil sendiri adalah seorang mahasiswa teknik computer dengan nilai yang selalu cermerlang.hanya saja ia adalah seorang yang bisa di katakan “pendiam” karena ia sedikit takut pada perempuan.
Ketika aku Tanya tentang keseriusannya ia menjawab “I will do whatever you want!”
Ah klasik sekali seperti jaman ku smp! Sudah banyak laki laki yang begini di depanku,dan aku hanya tersenyum simpul.
Aku menguatkan hati ku dengan menjawab

“nabil,maafkan aku ya.. aku menghargai perasaan mu kepadaku aku sangat berterima kasih pada ku karena kau mencintai ku tapi maaf.. aku datang kesini untuk belajar.. aku tak berpkiran untuk berpacaran”

Wajah nabil seakan pasrah,untuk menghadap kearah wajah ku pun ia tak kuat,karenaku rasa aku sudah cukup jelas mengutarakan isi hati ku maka aku pun lekas berpamitan kepada nya dan kembali kekamar.

Keesokan hari nya aku mendengar kabar dari abah jika nabil sakit di kamar,aku pun di minta datang untuk menengok merasa bersalah maka akupun datang ke kamar,
Nabil demam,kata abah semalaman ia mengigau! Ah terlalu hiperbola! Aku tak terlalu menganggapi nya serius, tapi tak lama setelah aku memberikan obat untuk nabil abah mengajaku untuk berbicara di luar

“dinda,mungkin ini pertama kali nya aku minta kepada mu! Tapi aku juga tak bisa memaksa perasaan mu,tapi bisakah kamu pikirkan lagi untuk menerima nabil? Setidak nya sampai 3 bulan ini? Karena ia akan menghadapi masa ujian terberat nya”

Ah.. permintaan macam apa ini? Abah? Aku tak menyangka! Mengapa ia malah memintaku untuk menerima cinta nabil? Aku tak abis pikir!

2 hari setelah nya kondisi nabil tak kunjung membaik,di perkirakan dokter penyakit usus buntu yang pernah ia alami kambuh lagi karena infeksi, aku terdiam.. ya ya ya mungkin ini adalah kesalahanku!

aku mendatangi nabil di kamar nya,nabil masih terbaring di atas kasur nya badanya lemas ia tersenyum melihatku “dinda ”

oke aku anggap ini adalah bayaran atas kebaikan abah selama ini kepada ku! Maka dengan ini aku anggap aku tak ada hutang budi kepada abah dan nabil
“nabil,apakah pertanyaan mu masih berlaku? Bolehkah aku mengganti jawabanku 3 hari lalu?”

Wajah nabil menegang,ia menganggung pelan namun pasti

“iya aku mau menjadi pacarmu”

Iya tersenyum seraya membaca tahmid. Aku terneyum menahan getir,ah aku telah membohongi hatiku sendiri.aku tak mencintai nya!! tidak!

Ajaib! Keesokan hari nya kondisinya pulih hampir 75 % dokter mengatakan ia tak perlu opname. Nabil memanggil ku kekamarnya dengan malas aku datang ke kamar nya dengan membawa wajah hitam ku yang sedikit manis ini datang menemui pangeran berdarah arab ini! Tampan berkulit putih namun aku tak mencintai nya…

Ah.. aku tersadar.. apa yang di lihat nabil dari ku? Aku tak cantik tak pintar tak ada yang bisa aku banggakan dari diriku,kenapa ia bisa jatuh cinta padaku? Aneh!
Tanpa piker panjang aku mengetuk pintu kamar nya aku masuk dan aku sedang melihat nabil sedang berbicara lewat telpon,melihat kedatangan ku ia tersnyum,aneh hari ini ia terlihat segar dan tampan sekali hari ini ia datang menghampiriku dan tersenyum simpul kepadaku ia kemudian ia menyerahkan telponya kepadaku dan mengatakan pada ku bahwa ibunya ingin berbicara. Aku menerima nya dan aku tersadar “apa?? Ibunya?” aku mengisyaratkan pada nya aku tak bisa aku tak mau aku malu! Sabil mengibas ngibaskan tangan ku dan menggelengkan kepala secara cepat dan kuat! Tidak!

Ia memaksaku dan menempelkan telpn nya ke telingaku ,terpaksa aku menjawab nya”assalamualaikum warahmatullah wabarikatuh” salamku kepada seseorang di sebrang sana

“waalaikum salam warahmatullah anti dinda el Andonesia? Ana nabil’s mother I heard about you from nabil,welcome to our family dinda”

Jawab suara jawaban dari sebrang yang terdengar lembut dan berwibawa.

“syukron for your hospitality madam “

Aku tak bisa basa basi lagi,kukembalikan pada nabil telpon nya kemudian aku tersadar tentang ungkapan ganjil seorang ibu dari nabil “welcome to our family”
What? Welcome? Apa itu?

Ketika nabil menutup telpon nya aku langsung menyerangnya dengan pertanyaan secara bertubi tubi
“apa maksud mu dengan telp itu? Kenapa aku harus berbicara pada ibumu? Dan kenapa ibumu mengatakan welcome to your family! Aku tak mengerti! Aku tak mnegerti!”

Nabil yang masih saja memasang wajah sumringah dan terlihat bahagia memulai menjawab pertanyaan ku

“tenang dinda tenang! Aku mau serius pada mu,aku sudah mengabarkan pada orang tua ku di yaman bahwa aku sudah mempunyai calon istri yang akan aku bawa pulang ke yaman 2tahun lagi.. ” jawabnya dengan wajah tetap sumringah

Apa ????
Sambil terus sumringah nabil membisikkan padaku

“ana bahabek ya habibi!”

*(aku cinta padamu sayangku)

 

 

Iklan

3 thoughts on “ana bahabek ya habibi*aku cinta kamu* cerpen

  1. Aku nggak suka menebak. Jike itu cerpen itu cerpen yang menarik untuk disimak. Jika itu real, sunguh terlalu (Kata ban haji Rhoma Irama), menghianati kamasmu yang telah lama menungumu. itu saja. sukron.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s