ana bahabek ya habibi -end-

mbah gugel

Di antara cinta dan masa depan

Menurutku tak ada yang lebih penting dari keberhasilan studi ku! Tak ada!!

“mamah menunggu calon psikolog mamah di Indonesia jangan ngecewain mamah ya nak”

Arrrghh….

Kata-kata itu terngiang ngiang di telingaku,aku tak tahan mengingatnya. Tak mungkin aku yang baru saja menginjakkan kaki di rusia demi menganggkat tinggi derajat orang tua ku harus berakhir menjadi seorang istri orang arab yang jelas aku harus ikut tinggal di yaman! Uuuggh…
Kepala ku terasa penuh,sejak 2 hari yang lalu ketika aku menyapa ibunda nabil ughhh.. aku tak bisa belajar dengan tenang! Stiap saat nabil akan mengatakan persiapan nya untuk membawa ku pulang ke yaman! Gila! Ini gila!! Tak mungkin seperti ini bagaimana dengan mamah? Bagaimana dengan para tetangga ku yang masih di balur kesusahan,bagaimana dengan dukungan nini erna yang membiyayaiku disini? Tak mungkin semua itu aku pungkiri,tak bisa! Aku datang karena mereka tak boleh aku egois!tak boleh.. berkali kali aku mencoba menyakinkan diri ku tentang langkah ku selanjutnya!

“assalamualaikum abah! Ti gje? Ya khacu gavarit s taboi!”(abah,kamu dimana? Aku mau bicara padamu!)

Aku sudah tak bisa berpikir jernih,semoga dengan berbicara pada abah aku bisa sedikit tenang! Semoga!

“ada apa dinda? Kenapa tiba tiba mau bertemu denganku? Kemana nabil?” Tanya nya di taman belakang asrama,yap! Taman yang sangat asri dan segar tempat segala aktivitas di sore hari di lakukan,rusia selalu memiliki banyak taman untuk jantung kota,tak heran jika banyak sekali taman disini yang di buat pemerintah kota untuk mengurangi polusi udara dengan penghijauan,selain taman dengan bangku bangku taman yang lucu lucu dan nyaman taman belakang asrama pun di kelilingi oleh lapangan futsal,basket,badminton,serta lapangan bola.

Abah berdiri di depan ku ia tak mau duduk seperti ku di bangku taman ia hanya memandangi wajahku dengan penuh heran.

“abah! Boleh aku Tanya padamu?Apa nabil benar benar serius dengan ku? Aku bingung”
Tanyaku tanpa basa basi orang jawa!

Abah menghela nafas,ia kahirnya mengalah untuk duduk di sebelah ku di bangku taman wajahnya di tengadahkan ke atas di biarkannya matahari musim semi yang hangat menerpanya

“masalah nabil lagi ya? Do I did mistake to you abah?”

Ia menarik nafas panjang seakan ada beban di pundak nya

“yes I did dinda!” lanjutnya

“setelah ia sembuh dari sakit nya dan mendengar jawabanmu ia bercerita padaku bahwa summer ini ia akan di tunangkan oleh seseorang yang tak ia pernah kenal! Ia mangatakan bagaimana mungkin ia menikah dengan gadis yang belum pernah ia kenal? Dan gadis itu di tunangkan dengannya karena masih ada saudara,memang berat untuk tradisi keluarganya karena tak menginginkan kelak harta nya jatuh di tangan yang salah! Ia sebenar nya tersiksa dengan semua ketidak adilan dalam keluarganya.. ia tak ingin meneruskan tradisi itu ,ia berusaha mencari cinta sejati nya dinda,dan ketika dalam pencariannya ia mengenal mu sebagai seseorang yang selama ini ia cari,ia mengatakan padaku bahwa kau gadis ceria yang penuh cinta yang memiliki rasa tanggung jawab besar dan sangat religius”

Mata abh terpejam,bukan lantaran terpaan sinar matahari musim semi yang menyilaukan,akan tetapi seakan ikut menanggung gelisah seperti ku,di satu sisi ia menginginkan sahabat nya bahagia di sisi lain ternyata ia membuat aku gelisah.

“abah.. its because of you! Aku terima nabil karena sayangku kepadamu,karena aku menghargaimu sebagai seseorang yang berarti bagiku,selama ini kau sudah berbuat banyak untukku,membantuku dalam kesulitan dan aku pun ingin sekali melakukan sesuatu untukmu. Maaf kan aku abah.. aku tak bisa melanjutkan ini tak bisa”

Aku sendiri bingung harus mengatakan apa lagi pada abah,terlalu banyak tanggung jawab yang harus ku tempuh untuk tanah airku,aku tak mau begini!

Aku beranjak meninggalkan abah tetapi tangan abah menarik lengan baju gamis ku,dengan wajah mengiba ia memohon padaku

“dinda,aku tau ini berat buat mu,tapi aku mohon 2 bulan saja sampai nabil selesai ujian..aku mohon.. setelah itu aku yang akan bicara pada nabil “

Hah? Apa ini? Abah berubah menjadi melankolis kenapa ia sangat takut menyakiti hati nabil,sedang ia mengorbanka perasaanku! Tapi ya sudahlah hanya 2 bulan aku akan tahan asal abah sendiri yang akan benar-benar menyelesaikan masalah ku ini.aku tak mau tau!

Sudah sebulan aku bersama nabil,meski aku sanggup tersnyum dan ceria di depan nya hatiku terus terjerembab rasa bersalah,oh! Sampai kapan aku mampu membohongi hati ku ini?

Sedangkan nabil semakin hari ia terlihat sangat bahagia,ah.. mengapa ia tak merasakan kejanggalanku? Aneh? Sungguh aneh! Nabil bahkan mengatakan padaku jika orang tua nya sudah melihat wajah ku lewat foto yang ia kirimkan kepada orang tuanya llewat email.oh tidak! Sungguh tidak mungkin semua ini terlampau jauh!

Setiap hari nabil memberi ku kejutan kecil,terkadang ia mengajakku jalan jalan ke tampat tempat yang aku belum pernah kunjugi di rostov,ke danau air asin di perbatasan kota rostov,kebun binatang,bahkan ia sering memberiku coklat ketika suatu hari ia ia yang memang lelaki romantis membelikan aku rangkaian bunga! Wow! Memang ini pertama kali nya seorang pria romantis memberiku bunga yang harganya mungkin bisa membeli sekardus coklat!

“buat apa kau mahal mahal beli bungaBunga akan layu dan tak kenyang aku memandangnya! “

Tak merasa putus asa mencari apa kegemaranku maka ia membelikanku keotak eskrim,dan coklat.. aku tersenyum melihat usaha nya,tak terasa aku mulai menyayanginya..
Lelaki tampan ini…ah..

2 bulan berlalu,
Hubunganku dengan nabil semakin dekat,tak ada hari tanpa sms tak ada hari tanpa senyuman riang,aku semakin lengket padanya. Seminggu lagi ia akan pulang kembali ke yaman untuk liburan summer sebelumnya ia mengatakan padaku jika aku akan stay di rostov maka ia akan tetap tinggal di rostov,tapi aku menyuruh nya kembali karena aku harus berjualan di Moscow! Yap aku akan berjualan selama summer di KBRI untuk menyambung hidup ku selama liburan.tak mungkin aku meminta pada nabil meski baginya tak ada masalah. Aku juga tak ingin ada gossip tentang kedekatan ku dengan mahasiswa asing,aku ingin menjaga perasaan ua ati dan keluarganya.

Sehari sebelum nabil pergi aku membantunya mengepack barang-barang yang akan ia bawa pulang hati ku seakan pilu sedih.. tapi aku tetap terseyum di hadapannya,kulihat wajah nabil kosong,berkali kali ia bertanya pada ku
“benar kamu tak pa apa jika aku pulang? “

Aku tersenyum dan mengangguk
“tentu.. tentu saja”
Nabil seakan tak rela dengan kepergiannya karena ia akan pergi meninggalkan aku untuk 3 bulan ah,,ia belum menjadi suami ku! Tak boleh ini di biarkan terus! Ia memperlihatkan foto-foto kami bertiga dengan abah,hati ku semakin miris aku terlalu kejam! Karena aku selama ini hanya berpura-pura membalas cinta nya demi kuliahnya!

Ia masih saja memandangi foto-foto ku dari layar laptopnya sambil tersenyum senyum tipis,aku tak kuat melihat nya harus terluka seperti ini. Aku berpura pura ijin ke toilet,aku menahan air mataku terjatuh di depannya. Aku harus kuat dinda.. harus!!
Tak lama aku memangis di dalam toilet bau yang super duper jorok itu aku pun tak ingin kembali karena wajahku sudah sembab! Nabil pasti akan Tanya tentang mataku!
Aku mencuci muka ku dan ketika aku keluar dari washroom aku melihat abah telah menunggukku di luar

“dinda,kamu sudah siap untuk berpisah dari nabil kan? Aku akan bicara pada nya malam ini!”

Aku tertunduk,aku tak tahu harus berkata apa pada abah aku tak ingin melihat nabil terpukul,tentu ia akan kaget dan aku tak mau rencana pulangnya mejadi batal.

“biar aku selseaikan masalah ini abah! Abah tak perlu mejelaskan apa-apa karena akan sangat menyakitinya,jika memang ada yang harus di benci biar ia membenciku karena memang ini salah ku!”

Aku menutup pintu kamar ku,membiarkan abah terdiam di depan pintu kamar. Setelah aku mengirimkan sms bahwa aku tak bisa kembali ke kamar nabil untuk menyelesaikan membantunya merapikan koper nya karena aku harus sholat isya.

Keesokan hari nya setelah aku menyelesaikan kuliah bahasaku aku berlari untuk mengantar nabil,aku belum terlambat nabil masih ada di kamarnya hampir saja mengeluarkan tas serta kopernya.aku tersenyum pada nya..
Ia senang sekali karena masih sempat melihatku sebelum ia berangkat ,di depan semua orang yang ikut mengantar nya tiba-tiba nabil memelukku dan berbisik

“ana bahabek ya habibi aku akan merindukanmu! “

Aku hanya bisa pasrah,karena ia mendekap ku dengan sangat kencang,para mahasiswa yang melihat kejadian ini langsung teriak dan bertepuk tangan! Owh aku malu sekali! Bagaimana mungkin aku yang berjilbab berkelakuan seperti ini! Maafkan aku tuhan,inilah dosa terakhirku!

Seminggu pertama aku masih saja menangis,nabil hanya mengabaiku sekali ketika ia sudah sampai rumah,aku memaklumi akses sms dan telo dari yaman ke rusia masih tergolong susah dan mahal,aku tak ingin menyusahi nya apa lagi aku masih memendam kebohongan!
Hati ku terasa kosong,tak ada lagi sosok nabil yang berjalan di kordior dan memanggil namaku dengan sebutan habibi,tak ada wangi perfume nabil yang bisa tercium sepanjang koridor.yah.. aku benar benar merasakan kehilangan dirinya sepertinya aku telah jatuh cinta pada nya..hatiku semakin teriris.. sakiit…

Minggu ke dua setelah nabil pulang,aku hanya sesekali mengiriminya kabar meskipun ia hampir setiap saat mengirimi ku sms,ini semua aku lakukan karena aku ingin sedikit demi sedikit melepaskan diriku dari nya.

“mamah tunggu calon psikolog mamah di Indonesia ya nak..”

Kata kata itu semakin terngiang ngiang di telingaku,di sisi lain aku tak bisa terus bersama nabil karena bagaimanapun tak ada jalan bagi kami berdua meskipun berkali -kali nabil mengatakan

“jika kau merasa tak berguna karena kau akan tinggal di yaman maka aku akan kirimkan dana buat keluargamu kamu pun bisa pulang ke Indonesia setiap tahun”

Bukan itu nabil yang aku harapkan,aku ingin berguna bukan karena uang ku tetapi bakti ku kepada orang tua dan orang -orang sekitarku yang telah mengantar ku sampai di kota rostov ini.lirihku menjerit sambil memandangi wajahnya di layer ponsel ku. Maaf.. aku tak bisa bersama mu..

Keeokan hari nya aku demam,abah datang kamarku dengan membawakan bubur basi yang di siram susu,makan khas arab dengan rasa manis. Wajah abah tak riang,ia mengabarkan padaku jika nabil mengirimi email yang isi nya setelah di terjemahkan kedalam bahasa inggris

” seluruh keluarga besar ku tak setuju atas hubunganku dengan dinda,aku bingung ayahku marah besar karena mengira aku tak tau tradisi,tapi ibu ku berdiri di belakangku ibu mendukungku meskipun tau akan melawan ayah! Aku bahagia meski 80 persen keluarga ku tidak setuju tapi ibu dan kakak pertama ku mau mendukungku,sampai kan pada dinda bahwa ibu ku sangat menyukai nya akhirnya ayah ku memberikan syarat jika memang aku benar-benar serius maka ia harus benar bena membawa calon istri nya untuk tinggal disini,kekwatiran ayah memang tidak mendasar ayah takut jika aku harus tinggal di Indonesia yang rawan akan bencana..ia tak akan pernah setuju aku tinggal disana “

Aku menangis lagi,hati ku sakit sekali.. putus semua benang benang cinta ku,tak ada jalan lain untuk masa depan ku dan nabil,abah hanya bisa menepuk pundak ku dan mengatakan pada ku untuk sholat istikharah meminta petunjuk Allah.ya.. aku akan istihharah.. ya robb.. ampuni hambamu ini

Setelah hampir tiga hari aku beristikhoroh,aku mendapat kan sms dari nenek ku yang isi nya tentang “tujuan ku datang ke rusia” .
Aku serasa di tamper,bahkan ibuku pun sealu mengingatkan agar aku bisa kembali ketanah air dengan membawa suatu kebanggaan! Iya kebanggan sebagai orang yang merdeka dan bukannya jadi seoran istri raja minyak dari yaman! Bukan…

Tepat 1 bulan setelah nabil pulang,aku mulai bisa mengontrol perasaan ku dan focus dengan tujuanku,abah sudah mulai bisa melihatku tersenyum seperti dulu lagi aku mengatakan pada abah jika aku akan memberikan jawaban pada nabil hari ini! Abah hanya mengatakan “insyallah semoga yang terbaik buat mu!”

Berkali kali aku mencoba menghubungi nabil tapi tak mengangkat,hhhh.. tak bisa dengan berbicara langsung aku pun menuliskan sms sampai 2 lembar perihal keputusanku,setidak nya jika sms ia akan membaca nya saat ia tau ada sms masuk.

“assalamualaikum nabil,apa kabar?lama tak terdengar kabar? Semoga kau baik-baik saja.. nabil,maafkan aku karena menulis ini tiba-tiba aku tahu ini berat bagi ku bagimu,tapi aku harap ini yang terbaik bagi kita.aku membaca surat mu untuk abah,ia yang memberikannya pada ku. Aku paham suasana keluargamu yang menyusahkan mu karena keputusanmu.. terlebih pada sikap ayah mu yang keberatan dengan ku,aku tahu kau pasti akan mempertahankan prinsipmu untuku,serta sikap ibu mu yang sangat mulia,ak sangat tersanjung.. ibu mu meski tak secara langsung mengenal ku tapi aku yakin ibu mu sangat sayang kepada mu sehingga percaya pada semua keputusanmu terlebih keputusa mu tentang hubungan kita,aku tau ini susah tapi kau sendiri sudah tau tentang tujuan ku datang ke rusia sebelum nya kan? Iya sampai sekarang aku masih pegang prinsip ku,aku datang untuk menunjukkan pada dunia jika aku bisa menjadi seseorang yang berguna bagi masyarakat di tanah air ku..mendengar ayahmu tak setuju jika kau harus ikut aku ke Indonesia yang rawan akan bencana,aku pun demikian,aku tak mungkin membiarkan rakyat Indonesia mengalami bencana sendiri sedang aku bersama mu.. rasa nya aku telah berkhianat! Itu bukan sikap ku.. maaf kan aku nabil sekali lagi.. memang ini keputusan sepihak semiga kau mengerti jika kita tak bisa lagi bersama.. hubungan kita cukup sampai disini.. sampaikan salam terhormatku ku pada ibu dan ayah mu dari seorang ratyat jelata yang datang demi ilmu di rusia! Ana uhibbuki fillah akhi…(aku mencintai mu karena Allah) ps : bencana itu tidak hanya di indonesia,katakana pada ayam mu dimanapun kapanpun jika allah berkenan maka siapapun bisa tertimpa bencana tidak terkecuali! “

Aku menarik nafas panjang! Perasaan ku ringan,tak ada lagi beban di bahuku meskipun aku merasakan masih ada goresan perih luka karena cinta ini.

Aku sengaja mengganti nomer hape ku agar nabil tak bisa menghubungiku,begitupun pada abah. Aku mengatakan pada nya untuk tidak menjelaskan apa-apa perihal aku.

2 bulan kemudian,
aku sudah berganti asrama di barat kota,unversitasku pun ganti ke universitas federal selatan,dimana jurusan psikologi memang bagus disana,hari itu aku ingin sekali melepaskan ketegangan tingkat 1 ku,aku rasa aku sudah sangat stress,tentang nabil aku lupa sama sekali karena tekanan stress tingkat satu membuatku selalu ingin muntah setelah pelajaran berlangsung,seperti nya meskipun telah lulus dari sekolah bahasa dengan pringkat cumlaude otak ku yang masih berkapasitas Pentium 2 ini belum mampu mengejar betapa berat nya tingkat 1..hoekss

aku duduk duduk di taman antara asrama lama ku dan kampus ku,aku duduk di salah satu bangku taman,memejamkan mataku sambil menikmati matahari musim panas.. ah.. hari ini memang panas.. mungkin suhu udara plus 25 cukup panas untuk ukuran Russia di tambah panas nya compressor otak ku.

“dinda…”

suara seorang laki laki yang pernah kukenal mengagetkan ku.. aku tau suara siapa ini! Aku tak ingin membuka mata! Aku terlalu sakit mengorek luka lama!aduuuh.. Tuhan Bantu aku!
Aku membuka mata ku perlahan,sesosok pria arab berkulit putih itu berdiri di depan ku,wajahnya tak ceria,badannya nampak mengurus..sinar matanya mati. Ia memandangku layu

“ah..nabil,,kamu sudah kembali dari yaman?”

Aku tersenyum meskipun dipaksakan,ia menahan air matanya saat kutawari duduk di sebelahku ia menolak nya,ia mengatakan ia tak akan lama untuk menemuiku ia hanya ingin menyamoaikan sesuatu
“kenapa kamu lari? Kenapa kamu tak tunggu aku pulang saja?”

“maaf!”jawabku tertunduk,aku pasrah pasti ia sangat kecewa padaku! Pasti

“minimal kau bisa tunggu aku untuk menjawab sendiri telpon mud an berbicara langsung padaku?” ia menarik nafas panjang..menahan gejolak jiwa nya yang kecewa!

“saat itu aku sedang pergi mengunjungi nenek dan kakek ku di desa,karena aku tau tak akan ada signal maka aku titipkan hape ku kepada salah satu kakak ku sampai sms itu terbaca oleh nya,ia piker itu adalah sms penting dari rostov”

“kau tau ? kakak ku membaca sms dari mu langsung menunjukkan pada ayahku,kakak ku adalah satu di antara keluarga ku yang tak setuju akan keputusanku! Dan kau dengan mudah nya memutuskan itu,ayah ku marah besar dan langsung menjemputku ke desa,ia mengatakan padaku ia tak akan percaya lagi padaku! Pada semua keputusanku! Dan kau tau apa?
2 minggu setelah kau sms ini hasilnya”

Ia menunjukkan cincin emas bermata satu di jari manis nya di sebelah kiri,jantungku seakan copot,ia menangis di depanku.. tapi aku malah tersenyum

“alhmdulillah..kau sudah menikah”

Ia heran dengan sikap ku “bagaimana kau bisa tersenyum melihatku sengsara seperti ini?”

“tentu aku bahagia karena kamu.. sudah menjadi seorang suami.. semoga kau bahagia” jawabku mantab
Nabil membuang wajah nya dan berkata lirih “aku tak bahagia!”

Mencoba membuang suasana canggung aku mengalihkan perhatian

“kau punya fotonya?boleh dong aku lihat??”

Nabil hanya diam,dengan lihai aku ambil dompet di saku kemeja nya aku yakin ada di dalam dompetnya, ketika aku buka dompetnya foto yang terpajang adalah fotoku,aku mengambilnya dan mengatakan

“jangan nabil ini akan menyakitimu,aku bukan perempuan baik baik…aku tak pantas kamu cintai”

Hatiku deras,pilu rasanya.. tak pernah aku merasa menjadi manusia raja tega seperti ini! Kejam!! Sangat kejam!!
Di balik fotoku ada foto seorang perempuan berjilbab hitam aku tau itu bukan fotoku ah mungkin ini foto istrinya,ia sangat manis.. cantik…

Nabil berbisik padaku

“wajahnya mirip dengan mu! Ini membuatku semakin sakit…”

Aku terdiam,dan menangis… maafkan aku.. maafkan aku,,

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s