ketika cinta harus mengalah -1-

mbah gugel

“ra.. aku sedang di sidang di hadapan kedua orang tua ku..kemana aku harus berpegang za…tolong aku”

sms fania membuatku kembali terdiam,ini sudah ke 3 kali nya fania di hadapkan oleh kedua orang nya hanya karena ia ketahuan pergi dengan reza.

“fani,sabar sayang.. berpeganglah terus kepada Allah..aku akan selalu berdoa padamu!” jawabkku singkat,aku menangis membaca sms nya. hatiku perih

fania adalah sahabat ku sejak masih smp perempuan yang manis cantik serta lembut,karena sayang nya aku dengan nya aku sudah menganggap nya sebagai saudara ku sendiri. ketika aku duduk di bangku SMA kami harus terpisah karena fania lebih memilih masuk ke SMA swasta dan aku ke Negri, meskipun begitu hubungan kami tetap seperti dahulu kami sering hang out bersama dan senang berkeliling ber dua bersama saat week end,sampai suatu ketika seorang teman sekelas ku jatuh hati pada nya.

reza namanya,seorang keturunan china untuk kami yang tinggal di kota kecil diskriminasi sangat kencang termasuk padanya.aku tau benar bagaimana reza karena reza adalah teman ku sejak SD. tapi ia tumbuh menjadi cowo yang baik dan bahkan ia masuk islam saat kelas 3 sd.

“tunggu aku,aku kesana sekarang” sms ku ke fania,aku bergegas menghapus air mataku dan berlari mengambil kontak mobilku. aku harus bertemu fania sekarang.
“mbok.. ratih pergi ke rumah fani” teriakku kepada mbok yem.

20 menit kemudian aku telah sampai di depan pagar rumah fania yang tinggi dan sangat mewah itu. aku belum beranjak dari dalam mobil ku aku belum siap dengan alasan apa aku bisa membawa pergi fani. aku masih bingung!!

“prang…..!!!kau benar-benar memalukan mama! kau tau kan fani siapa kita dan keluarga kita!!! “

suara teriakan ibunda fani membuat nyali ku ciut. tapi aku haru membawa fani pergi!
“tin tin..” ku pencet klacson mobilku,seorang mba mba usia 25 datang tergopoh-gopoh membukanan pintu pagar,ah itu itu yati pembantu rumah ini.

suara teriakan itu sudah tidak terdengar lagi seperti nya ibunda fani sudah masuk kedalam kamar nya. rumah besar itu sepi sekali seperti tidak pernah ada apa-apa aku melangkah berjinjit.berhati-hati oleh pecahan vas keramik yang suaranya terdengar keras terjatuh saat aku di luar tadi.

aku masuk kedalam kamar fania,ia terdiam di pojok kamar dengan kaki yang di tekuk. saat melihatku masuk ia menggangkat wajahnya dan tersenyum ada bekas air mata di pipi nya. Aku membaur dan memeluk nya,

“sabar sayang.. sabarrr”kataku

“mama tau aku dan reza masih berhubungan,mama marah!hiks hiks” kata-katanya membuatnya kembali menangis.

Sabar fania sayang..sabar…Allah bersama mu.

“za…kamu abis ketemu fania kemaren??” tanyaku pada reza,kulihat wajahnya sendu. Sepertinya ada kejadian yang kurang enak kemarin.

“maaf ra,aku lagi ga mau bahas.. ” jawabnya lemas

“tapi kamu ga bias diam aja dong! Jawab! Ada apa kemaren???” tanyaku tegas!

“kemaren ibunda fania dateng kerumah,.saat itu fania sedang kerumah ku ra! Tentu nya kami tidak berdua saja,masih ada ibuku dan acing di rumah tapi ibunda fania murka begitu tau ia di rumah dan menyeret fania pulang!”jelas nya masih dengan wajah tertekuk.

Aku terdiam,aku tau ini berat bagi mereka berdua hubungan ini ibu fania paling menetang! Ia selalu saja mempersalahkan strata social! Sungguh kolot!

Seorang gadis muda berumur 20 an dating menghampiri kami,dengan gaya yang sensual ia berjalan meliuk,kemudian melirik ke arahku sinis

“cak,ke alun alun berapa?” Tanya seorang gadis muda kearah reza,
“5000 mba” jawab nya semangat

“ra,aku narik dulu ya.. mumpung ada pelanggan” jawab nya pelan berbisik padaku dan dengan segera menumpangi becak nya,

Reza memang seorang tukang becak itu ia lakukan karena kondisi ekonomi,ia tak merasa malu meskipun ia selalu dijadikan bahan ejekan teman-teman di sekolah.wajah tampan dan kulit putih hasil blesteran ayah nya yang memang seorang keturunan tionghoa membuat paras nya sedap di pandang! Reza…kau ini memang seperti malaikat yang turun ke bumi,sayangnya dunia tidak berpihak padanya semenjak masuk ke SMA ayah nya meninggal dunia,ia menjadi seorang yatim kemudian ia ibu dan adik nya acing di usir dari rumah nya karena ibu nya adalah selir ke 6 ayah nya. Dan yang satu-satu nya berdarah jawa.

Tetapi reza tak putus asa,meskipun ia dan kelluarga kecil nya terusir ia tetap bertahan dengan menyewa sebuah rumah kontrakan dan bekerja sebagai tukang becak di kotaku.malang sekali nasibmu za!

Aku kembali berjalan kearah mobilku,kembali ke rumahku dengan gontai,akhir-akhir ini pikiranku tertuju pada permasalahan mereka berdua, dua sahabatku!
3 bulan setelah kelulusan SMA,fani berkuliah di kota kecil bukan karena tak mampu kuliah di univesitas tersohor dan lagi-lagi hanya karena ibunda nya tidak setuju fani harus keluar kota.

“fani itu perempuan pa,ga perlu sekolah jauh2 nanti dia juga bakal ke dapur juga” jawab ibunda masih dengan pemikiran kolot nya,fani dan keluarga memang orang kaya kekayan mereka dating dari usaha keluarga yang membuka swalayan yang cukup besar di tengah kota. Tapi saying kekayan itu tidak di imbangi oleh pemikiran yang moderat. Sangat di sayangkan!

Sedangkan reza,setelah kelulusan reza berhasil mendapatkan kerja menjadi seorang buruh di gudang milik saudara nya yang china. Meski begitu reza diam diam membangun sebuah gubug untuk tempat ibu nya berjualan nasi, hal ini di lakukan oleh reza agar ibu nya tak lagi harus susah-susah menjadi buruh cuci di kampong nya,meskipun ia membangunya di atas tanah sengketa .

“za.. ini beresiko.. kalo sampe ada kenapa-kenapa dengan ibu kamu gimana?” Tanya ku sambil menemani reza membangun gubug itu.

“aah.. jangan berpikiran buruk dulu lah ra,aku sudah minta ijin sama ketua RT disini untuk membangun gedung dan pak RT mengijinkan,jadi semoga saja hal ini bias memperbaiki kehidupan kami setelah harus di gusur.. kita tak pernah tau kapan warung ini akan kena gusur kan?” jawab nya santai

Ah,reza memang lelaki pantang menyerah,sikap nya selalu optimis dan pejuang sejati, bahkan untuk masalah percintaan nya dengan fania.meskipun ia tau tak akan ada masa depan untuk mereka berdua tapi reza selalu mencari kesempatan untuk bepikir positif meski hanya 1%.

“pa, bolehkah reza dating hari ini?” Tanya fani pada papa nya,sejak fani berhubungan dengan reza 3 tahun ini hanya papa nya lah yang masih bersikap netral.

“apa? Untuk apa tukang becak itu dating? Mama ga ngijinin!” sambar mama nya
“ma,sekali ini.. reza Cuma mau silaturahmi” jawab fani menerangkan

“pasti ada mau nya! Tidak! Mama tidak setuju anak pembantu itu dating ke sini!” sergah mama dengan emosi

“maa… orang mau silaturahmi ko di larang itu kan tidak boleh,sudahlah jika mama tidak mau menemui nya biar papa yang menemui nya suapaya tau apa mau nya dia..” jelas sang papa

“ma,,ibu nya reza sudah bukan pembantu sekrang kehidupan reza sudah lebih baik,ibu nya membuat sebuah warung..mama jangan memanggil ibu nya dengan sebutan pembantu.. ” jelas fani membela

“terserah! Jangan mengharap apa-apa pada mama!” jawab mama nya sembari masuk kedalam kamar yang di buat bak istana sejuk ber AC meskipun ibunda fani selalu merasa kegerahan dengan kisah cinta putrid pertamanya!

“assalamualikum” suara seorang lelaki dating.ia dating dengan pakaian yang sangat sederhana lengkap dengan baju koko dan peci. Pakaian favorite nya

“waalaikumsalam warahmatullah” fani yang dating menghampiri pintu gerbang sendiri tanpa bantuan yati,sore itu fani menggunakan baju gamis warna hijau kesayangannya dengan jilbab putih nya ia tampak anggun dengan busana sehari-hari nya.

“ooh… init oh nak reza… ” suara papa datang mengahmpiri reza,reza langsung menyambut ayahanda dan menciumi punggung tangan sang ayah dengan hormat,sore itu di teras rumah fani mereka berbincang bertiga,sungguh akrab!

“reza, kamu ini benar-benar serius dengan nak fani?” Tanya ibunda reza sesaat sebelum reza memejam kan mata,kesan hari ini di teras rumah fani membuat reza lebih optimis,ia yakin di sana masih ada peluang untuk mencuri simpati ibunda fani.

“insyallah bu.. reza yakin..reza mohon doa” jelas reza,meskipun ibunda nya berbeda iman dengan nya tapi itu tak mengurangi rasa hormat nya kepada ibunda nya,meskipun sesekali ia merasa sangat sedih karena ia tak mampu membuat sang ibu pindah keyakinan.

 

 

to be continued…

 

Iklan

One thought on “ketika cinta harus mengalah -1-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s