1-1 = 10

dari mbah gugel

Kejadian beberapa waktu terakhir ini memang menyita tenaga dan pikiranku, bagaimana tidak di tengah-tengah stress dan tegangnya kuliah dengan tugas yang menumpuk akhirnya aku harus di buat kepikiran lagi dengan yang namanya “pisah” sama orang yang selama ini aku kagumi dan sayangi..

Memang tidak mudah, kesedihan itu begitu mendalam menyeruak di antara hati yang hancur karena hancurnya impian dan perandai-an yang kosong. Pertanyaan demi pertanyaan datang silih berganti membuat ku semakin miris untuk terus menutupi ketegaran yang aku ciptakan pada dinding terluar, merobohkan segala asa dan meledaknya tangisan.

Pandangan heran, sedih, kecewa dan kasihan lengkap di semua pihak keluarga, pertanyaan mengganjal dan ke tidak puas-an dari pernyataan.

Semua ini bukan aku yang menulis skenario, semua ini bukan keinginanku untuk terus terdiam dan berpura-pura bodoh dengan semua yang terjadi. Dan aku yakin semua itu telah di gariskan Tuhan untuk aku dan diri nya.

Yah,. sekali lagi… alam telah menjawab..

Tuhan telah menerima pinta dari sholat sholat istikhorohku

“Jika dirinya memang yang terbaik untuk ku, agamaku, hidupku maka dekatkan lah.. mudahkanlah..buatlah aku mencintai nya karena Mu Tuhan..”

dan alam telah menyeleksinya…

“ternyata bukan dia”

Sebagai manusia wajar jika ada gerutu dan protes dengan keadaan yang menyimpang dari keinginan kita. Tapi aku mencoba untuk melihat ke sisi lain, bahwa dunia masih tetap tersenyum untuk ku, dunia masih berputar dan kawan-kawan ku masih peduli dengan kesedihanku.

Ya Allah..

buang kesedihan ini, jangan biarkan aku terus berlarut-larut pada prasangka yang tidak semestinya yang bisa membutakan mata hatiku untuk bersyukur dengan segala karunia Mu dan pemberianMu…

Pernahkah kita merasa, bahwa hidup ini adalah sebuah pilihan???

Tuhan tidak pernah tertidur, tak kenal lelah mengurus alam semesta beserta isinya

dalam hati hanya bisa bergumam

” gagal maning gagal maning !! “

Tersimpan begitu banyak pernyataan untuk ku dari Tuhan bahwa aku memang belum matang untuk dipersiapkan kearah sana. Tuhan maha tahu apa yang terbaik buat hambaNya dan cara bekerja Tuhan bukan mengabulkan doa hanya demi mendapat syukur dari hambaNya tetapi Tuhan mempersiapkan hal yang lebih penting dari hanya sekedar rasa bahagia hambaNya tetapi terlebih pada “sesuatu yang di butuhkan” di masa depan..

Udah ah, anggap saja.. “orang itu” itu selingan pengisi hati ku.. agar bisa lebih mempersiapkan diriku dimasa yang akan datang.. ketika semua telah benar-benar matang dan bukanya setengah matang seperti kejadian kemarin 🙂

Toh, dunia belum berakhir, burung masih berkicau, nasi padang masih enak, bakso masih bulat, dan sahabatku masih di sini menemaniku bikin sambel.

INTINYA : Aku tau perpisahanku kali ini hanya untuk mendapatkan yang “LEBIH” dari dia!! dan itu pasti!

1-1 = 10 (hihihihi)

 

Salam hangat dari Rostov yang sudah menghijau,

 

D.H

 

 

Iklan

3 thoughts on “1-1 = 10

  1. Tuhan lebih mementingkan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan :’)
    jadi percayalah sekalipun kita sedang tersakiti, sekalipun kita terjatuh, tapi kita tak sampai tergeletak karna tuhan hadir membawa kekuatan yang sesungguhnya untuk hambanya yang selalu bersyukur atas apa yang dilewatinya di sepanjang hidupnya,,,…. semangat kak :’)

    semua akan berjalan dengan lancar 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s