dari eksotis sampai central rinok

 

*pasar sentral

Bis nomer 83 yang akan membawaku menuju sentral rinok datang, aku berlari-lari kecil menghampirinya. Setelah membayar kepada supir sebesar 9 rouble, aku menemukan bangku kosong disebelah seorang kakek berusia 60 tahunan, agak aneh, karena bangku itu seakan kosong dan menunggu aku untuk duduk disana, (sebelum duduk aku melihat beberapa orang berdiri didepan bangku kosong itu) tanpa pikir-pikir lagi aku mulai duduk, setelah pas dan nyaman meletakkan bok*ngku aku dikagetkan dengan sapaan ramah kakek yang duduk disebelahku
“zdraswice, a vi znaete, sto vi ocen krasivaya dewvuska, eksotizm” (hai, apakah anda tahu, anda begitu cantik dan ekzotis) – (dan aku mulai berpikir, ini bukan sapaan ramah, tapi -sedikit mesum- hahahahaha…)

Aku hanya tersenyum dan menjawab “da, Pravda??? spasiba” -ah, yang bener.. makasih deh yaah- (oke sebetulnya ini senyum yang agak sedikit dipaksa untuk dibuat manis karena sebetulnya aku juga heran, mimpi apa aku semalem sampe disapa kakek-kakek begini,hufft)

Aku membuka tasku, bermaksud untuk mengalihkan perhatian dengan bermain hape tapi ternyata ketika tanganku baru ingin membuka -selerekan- tas si kakek bertanya “punya hape ga?? Minta nomernya dooong”
Äku yang sedikit kaget, mendadak dengan perlahan menutup kembali -selerekan- tasku dan menggelengkan kepala “maaf, saya punya hape tapi saya ga mau kasih anda nomer hape saya” (sambil nyengir yang terkesan dipaksakan. ) buset daah, ini orang kenapa yah? Kaga ade basa-basinyeee….
“hahahaha.. pravilno, jangan suka kasih nomer hape kesembarang orang, hebat! Kamu berani menolak saya” kata si kakek sambil memberi jempol kearah ku. (otak ku mulai kacau, sebetulnya mo cepet-cepet turun sih tapi apa daya, 9 rouble tadi itu uang terakhir sampe sentral rinok, dari pada jalan ditengah angin yang bertiup menggila mending tahan aja deh bentar sampai sentral rinok, dan berharap ada nenek berdiri dideket tempat dudukku agar punya alasan untuk memberikan kursi ku! Tapi sayang… tidak ada nenek-nenek satupun!! Oh, takdir takdir)

“eh, eh, boleh tau nama kamu ga??” Tanya si kakek masih saja penasaran
“kalo nama saja boleh, nama saya Trisa” jawabku sambil tersenyum
“”siapa?? Ritta??? “
“Trisa.. bukan Ritta!”
“ooh, Rita, tau ga ada judul lagu nya the beatles -lovely Ritta- wah, saya jadi ingat jaman saya muda dulu, eh saya waktu muda, ganteng juga loh” ricaunya penuh semangat, dan bisa dibayangkan aku yang mulai setengah mabok darat mikir-mikir “äpah? The beatles? My lovely ritta? What the…..!!!” uuh.. cepet keluarkan aku dari bis ini!!!!

“eh, saya tau artinya lovely ritta loh, artinya -lubimaya ritta- kan??? Hehehe, sayang sekali yah, the beatles tinggal 2 personilnya, hiks” rancaunya makin dalem tentang the beatles, aku Cuma bisa pasrah sambil pasang muka ramah dengan senyum terlebar kaya kuda! Wong aku ndak tau harus ngapain lagi. The beatles.. oh the beatles, dan kenapa namaku jadi Ritta???

“iyah, the beatles kan udah pada tua makanya udah pada meninggal” jawabku spontan, (ealah, yang beginian juga masih tak tanggepi, iki piye toh dindaaaaa!!#$%^&)

“mereka belum terlalu tua, umur mereka sama seperti ku 65 tahunan, hehehe.. eh.. mau tau ga?? Saya seorang pelatih boxing loh, dibayar 500 rouble perjam, apa kamu tidak tertarik dengan saya?” Tanya kakek sambil mengedipkan mata satu. (eh busyeeet deeeh,, ini apa maksudnya?? Emang sampe sematre begitu kah daku sampe mau ama kakek uzur karena bayaran 500 rouble sejam! )
“oh, jadi anda BOXER???” tanyaku kembali dengan muka tetap menjaga senyum dan merasa janggal, ah.. kenapa boxer yah?? Ko jadi terdengar kaya nama kolor yang biasa dipake dita di rumah. @#$%^&* oh my goat, oh my goat!!! Aku mulai mabok rupanya! Hahahaha

“iya, saya tidak punya istri. Makanya saya pengen punya istri biar ada yang ngurus saya, kamu kenapa ga mau sama saya??? Saya punya vila loh.. punya anjing dan kucing.. apa kamu ga pengen kenalan dengan anjing dan kucing saya?” (nah, loh! Mati guwe! Pertanyaan menjebak! Ah.. siaul! Kenapa juga harus kenalan dengan kucing dan anjingnya??? Dooh kek.. maafin saya yah! Selera saya bukan bule… suweeerrrr!!! Saya cinta produk local! Suweeerrr!!!!!)

“heheh, tidak terima kasih… ” jawabku dengan senyum ku yang paling dalam, kali ini menolak benar-benar dengan hati(ya iya laaaaah….)

“kamu, cantik sekali sih, saya benar-benar suka melihat kamu!” katanya dengan pandangan penuh cinta (mungkin bisa saja kalo ini cerita kartun, pasti ni kakek memandang saya dengan mata bergambar hati *love love love*)
“hehehe, makasih yaa” jawab ku penuh basa basi.
“beidewei, kamu suka olah raga ga??” tanyanya dengan penuh basa basi.
“hehe, sama sekali tidak” jawabku sekenanya
“loh, tapi postur tubuh kamu benar-benar kaya atlit olah raga loh” (okeh deeeh, postur tubuhku begini karena aku mantan kuli.. puas puas puas??? -penuh sebal-)
“hehhehe, sayangnya tidak ” jawabku lagi dengan malas-malasan..

Kemudian, karena tak menemukan bahan basa basi dan rayu merayu sang kakek terdiam sesaat, (makasih ya Allah, akhirnya si kakek tenang! hahaha)

2 halte sebelum sampai ke tempat tujuan, si kakek mulai bercerita
“anakku 3, semua nya lak-laki. Yang pertama umur 30, seorang insinyur yang kedua umur 26, seorang atlit renang nasional, dan yang ketiga umur 23 ga tau mau jadi apa, tapi mereka sudah hidup sendiri-sendiri kecuali yang umur 26 itu, satu apartemen denganku, eh, tau ga? Apartemenku berkamar 3.. besar loh” kata-kata si kakek benar membuat ku pengen sekali tertawa, (apa coba maksudnya? Pantang nyerah banget sih! Kan dari awal guwe sudah bilang KAGAK!! hahahahaha)

Akhirnya, bis telah sampai. Tampak pada wajah si kakek seperti tidak rela berpisah *opo coba iki maksude??? hahaha*

“mi uze priexali” -kita telah sampai-
“da, dasvidanya” -iya, sampai jumpa-
“bil, rad. I priyatna pagavarit s vami yesho ras.. vi ocen simpatichni! ” -saya senang sekali, dan benar-benar senang bisa ngobrol dengan anda, ah sekali lagi.. kamu pretty -
“spasiba yesho ras, I vsewo dobrawa” -terima kasih sekali lagi, dan sampai jumpa-

THE END

-Based on true story-

 

Iklan

3 thoughts on “dari eksotis sampai central rinok

  1. Ritta sama Trisa kok bisa bisanya mau disamain ya MBak… 😀

    Hmm.. Senangnya menjalani hidup yang penuh warna,,, Semoga sampeyan di sana selalu menikmati kisah di setiap detiknya ya Mbak,,,, 🙂

    Salam semangat selalu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s