cintai aku sewajarnya

dari gugle

“apa salahku D? kenapa kamu selalu curiga padaku?? Dan kenapa pula kau selalu kau sangkut pautkan aku dengan kesalahan mantan-mantanmu??” suaranya disebrang sana terdengar parau

“kau tau sendiri mas, bagaimana pun aku masih sangat trauma! Waktu aku menerimamu sudah kuberitahukan bahwa aku masih sakit! Sakit!” kataku menitikan air mata tanpa ia tahu

“kenapa masih saja kau sama kan aku dengan mantanmu? Apa aku terlihat brengsek dihadapanmu D?” tanyanya masih penasaran, entah apa yang ia rasakan

“tapi aku masih sakit! Aku takut untuk percaya dengan orang lagi mas! Aku takut!” selaku tak mau kalah

“D, tanpa kepercayaan hubungan ini tak akan pernah terjalin, coba jawab dengan jujur! Bagaimana perasaanmu sekarang? Kau curiga aku punya perempuan lain, dan itu tak beralasan!sangat tak beralasan! Tenangkah kamu sekarang jika terus menerus bergelut dengan prasangkamu sendiri??” tanyanya tegas diantara suaranya yang makin pekat dan berat

“………” aku terdiam, sakit dadaku, pening kepalaku.. aku tak sanggup untuk berkata-kata aku terlalu menuruti prasangkaku

“D…. halo… kamu masih disana?? Kamu gapapa??” tanyanya sedikit kwatir setelah tahu aku terdiam lebihd ari 1 menit

“D, aku tak mengerti kenapa kau tega menyamakan aku dengan bintang mantanmu, dan kamasmu yang dulu! Apa kau kira semua pria sama? ” sambungnya berhati-hati, aku tau ia tak ingin lebih menyakitiku

“tapi aku masih sakit mas! Lebih baik kamu tinggalkan aku saja, aku ini perepuan yang sudah terlalu sering terluka oleh laki-laki, aku sudah tidak normal, aku tidak bisa percaya dengan laki-laki, aku sudah sanggup untuk mencoba untuk jatuh cinta lagi! Aku sakit!” kataku menyerang, kini suaraku semakin kencang, dadaku berderu kencang, ada perasaan sakit tak ingin di tinggal namun aku tak sanggup terus di gungung rasa trauma ini mas..

“D….aku sanggup menunggumu untuk bisa mencintaiku, aku sanggup menantimu hingga kau mencintaiku! Tapi coba Tanya pada hati kecilmu, adilkah ini padaku???” tanyanya melemah

Mas, aku tau ini sangat tidak adil untukmu, kau mencintaiku dan menyayangiku seperti yang aku tau . Entah, meskipun tanpa kata-kata rayu merayu dan gombal, aku bisa merasakan besarnya cinta itu untukku dari bagaimana kau menyapaku, dari pandanganmu kepadaku, dari perhatian-perhatian kecil dari mu, dari bagaimana kau menanamkan kepercayaan kepadaku dan bagaimana kau menjaga kehormatanku. Tapi hatiku masih perih dengan masa laluku mas! Sakit….

“D… aku akan menunggumu hingga kamu bisa mencintaiku dengan wajar, karena aku memang sayang padamu, seperti apapun kamu, sesakit apapun kamu aku akan terus berada disisimu, insyaallah” tutupnya kemudian disusul dengan nada telpon yang di putus dari seberang

“mas,.. maafin aku” lirihku diiringi untaian air mata yang mengucur dari ujung mataku.

Dan aku menunggu hingga aku bisa datang kepadamu dan mencintaimu secara wajar, karena ini jalan yang kau pilih untuk mencintaiku yang sakit ini.

Rostov, 14 september 2010

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s