Karena niat mengantarkan kita kepada keajaiban

*lagi-lagi flash back ke summer holiday di Indonesia*

 

Bulan Juni-Juli-Agustus adalah summer holliday untukku, meski dikatakan summer holliday tapi tidak sepenuhnya benar untuk 2 tahun terakhir, karena selain pulang ke tanah air untuk riset sampingannya aku bisa kumpul dengan orang tua dan keluargaku di Indonesia.

 

Memang untuk summer holiday kali ini, aku disibukkan dengan banyak dan super banyak kegiatan yang super padat, selain hari sabtu minggu aku ga bisa pulang ke Bangil karena aku harus praktek kerja/ riset di Surabaya.

 

Sasaran risetku kali ini anak-anak terlantar dan anak-anak jalanan, sangat kebetulan aku diterima riset di sanggar alang-alang Joyo boyo, yang belakangan aku tau ternyata ini sanggar banyak meraih prestasi (contohnya : group KLANTINK di Indonesia mencari bakat, Siti dan Dayat Idola cilik mereka terlahir dari sanggar ini)

Membanggakan, karena aku bisa diberi kesempatan untuk terjun langsung untuk mengamati, menelaah, ikut merasakan apa yang dirasakan oleh anak-anak ini. Mereka anak-anak kuat yang cerdas! ada beberapa ganjalan hati tentang pemerintah yang seakan tuli dan bisu dengan keadaan ini. Tapi sudahlah.. aku tak ingin teru menerus menggunjing pemerintah yang sibuk itu. Lebih baik aku konsentrasi dengan penelitianku.

 

Hampir 1,5 bulan aku meneliti, ikut mengajar (apapun) dan mengenalkan dunia luas kepada mereka, Mereka sangat antusias dengan apa yang aku ajarkan. Mereka juga sangat terbuka untuk perubahan dan pelajaran baru. 

 

Aku juga pada akhirnya menjadi dekat dengan seorang staff di sanggar tersebut, Mb. Nurul aku memanggilnya, asli lamongan dan telah mengabdi pada sanggar sekitar 5 tahun, mba Nurul berjiwa sosial tinggi dan telaten ikut mengurusi hampir 187 anak didik di sanggar.

 

Setelah pada akhirnya penelitianku berakhir pada tanggal 13 Agustus aku berkonsultasi pada mb.Nurul untuk berpamitan, tak mungkin juga aku langsung menghilang tanpa pamit kepada adik-adik baruku ini. Mba. Nurul menyarankan untuk mengadakan syukuran kecil-kecilan untuk adik adik ini, selain meminta doa kepada adik-adik agar diberi kelancaran untuk kuliah, aku juga ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada mereka yang telah mengajarkan banyak hal tentang SURVIVE dibelantara Indonesia ini.

 

2 Hari menjelang perpisahan, aku dibingungkan dengan apa yang bisa kubawa untuk mereka. Karena temanya kali ini ramadhan, maka aku harus menyiapkan 20 porsi makanan buka puasa untuk 20 orang adik-adik yang aku undang(karena aku tak mampu mengundang semua nya). 

 

Aku sudah berpikiran untuk pesan nasi kotak, atau yang bertema nasi untuk buka puasa tapi sayang banyak sekali kendalanya, dari yang aku tak bisa membawa karena aku menggunakan motor, sedangkan nasi yang aku pesan harus di ambil dan dibawa sendiri ke tempat tujuan. dan tidak konyol juga aku harus mondar mandir atau membawa 20kotak nasi sekaligus ke sanggar yang jaraknya 1 jam dari tempat aku numpang.

 

Akhirnya 1 hari sebelumnya, malam harinya aku mencoba untuk mampir ke sanggar dan mengkonsultasikan kepada mba.Nurul, tapi sayang mba Nurul sedang shalat tarawih. Tapi tak jauh dari situ, ada cak Wan. tukang bakso langganan adik adik, tanpa pikir panjang aku memesan buka puasa itu pada cak Wan untuk esok hari, setelah dealing aku pulang kerumah.

 

Sesampainya dirumah, aku masih gundah karena aku tak mampu memberikan yang terbaik untuk adik-adik. Rasanya rasa terima kasihku masih belum cukup untuk mereka! aku ingin setidaknya memberi sesuatu yang layak bagi mereka yang belum tentu bisa makan nasi sehari sekali.

 

Setelah konfirmasi ke mba.Nurul dan pimpinan sanggar bahwa aku ingin mentraktir adik-adik untuk makan bakso, aku pun datang kesanggar keesokan hari nya. Aku masih bingung.. takut kurang layak… aku berinisyatif untuk membeli beberapa buah dengan mba.Nurul ke pasar wonokromo.

 

2jam sebelum buka puasa bersama, acara dimulai. Semua khidmat mengaji dan memberikan kesan dan pesan buat ku selama terlibat dengan sanggar. Aku juga secara official mengucapkan terima kasih kepada mereka.

 

Dan tak disangka-sangka tepat 30 menit sebelum adzan magrib berkumandang, Allah mengirimkan nasi kotak sebanyak 1buah mobil carry! bergetar rasanya hatiku. Tanpa disangka-sangka! 1 mobil carry yang berisi teman-teman dari baksos itu datang untuk acara “buka on the road” . Dan aku yakin tak ada yang kebetulan di dunia ini, semua telah di atur oleh ALLAH SWT!

 

Saat ditanya, kenapa tidak konfirmasi dulu untuk buka puasa, mereka mengatakan bahwa memang tidak direncanakan untuk datang ke sanggar. Mereka berniat mencari dimanapun kumpulan anak-anak jalanan untuk berbagi. Subbhanallah.. subbhanallah… hatiku bergetar, mataku berbinar, Ya Allah.. Engkau menyapa kami disini dengan kasih sayangmu! 

Bukan hanya nasi kotak lengkap dengan ayam bakar (sama persis dengan pesananku dulu yang aku batalkan karena alasan diatas) tapi es buah segar yang jumlahnya sangat sangat melimpah berkali-kali lipat tersedia! betapa Allah maha kaya! saudaraku!

Akhirnya, karena bakso telah siap! aku mengusulkan agar teman-teman baksos ikut makan bersama kami, sedang nasi kotak yang mereka bawa bisa dibawa pulang, dan Alhamdulillah.. tidak hanya 1 atau 2 kotak saja yang mereka bisa bawa pulang, tapi lebih dari itu.

 

Mba Nurul memandang kepadaku dan berbisik “mba Dinda, ga biasanya ada baksos yang datang tanpa konfirmasi seperti ini”

Dan aku tersenyum seraya mengatakan “Ini rejekinya adik adik mba..”

 

Masyallah… Ramadhan penuh berkah! 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s