Terima pasangan apa adanya atau??

hems..

aku di kasih perntanyaan sama seorang cowo salah satu client ku.. dia bertanya

“pilih mana terima psngan apa adanya ato merubah psngan untuk lbh baik lg??”

meskipun aku hanya seorang calon psikolog dan bukannya seksolog ataupun seorang psikolog yang gara-gara keseringan mikir mesum terus terobsesi sama hal-hal begituan maka saya di calonkan menjadi seorang “psikolog cinta” walo mekso! wahahaha

jadi menurut aku sendiri,pribadi loh ya? ga pake atas nama golongan,RAs ataupun agama!! aku tak sudi! haha

oke serius! serius!!

ketika kita mencintai seseorang.. kita harus bisa menerima apa adanya? benarkah begitu??
we will see it…
lanjuuut!!!

sebenarnya cinta itu apa sih??

kata “mas Alief Nuryadi. Spd.SS”

begini :

Bab cinta udah sangat dalam dbhas dlm islam,sepele tp menentukan,cinta akan sakit jika hanya dlm tataran garis lurus mendatar,..makanya din,bab keimanan seseorang bnyk dicontohkan dlm hal pernikahan,perilaku rasulpun bnyk yg diriwayatkan tentang sikon keluarga beliau..
Kalo dcermati,kasus cinta yg rumit tidak ad matinye..

itu kata nya!..bukan kata ku…

cuma aku juga sependapat, cinta itu rumit-rumit rumit!
tidak ada yang bisa menjawab nya dengan logika,karena kadang.. kalo udah bicara cinta logika nya ga jalan sampe ada pepatah bilang:

“bicara ama orang jatuh cinta itu kaya bicara ama orang TULI”

ya karena ga mau ngedengerin! ga mau tau pendapat orang lain..

elek jadi ganteng,
gembrot jadi sexi
item belel jadi muanis!
melarat bukan masalah kalo udah cinta mah “yang penting aku padamu!!”

wes tah.. bener kata nya mas “marully oftriandri” jika cinta emang terlalu berharga untuk di tukar dengan yg ada d dunia nie apa pun itu.

jika di tanya “pilih mana menerima pasangan apa adanya atau merubah pasangan lebih baik lagi?”
jawababnya jelas..

“terima saja apa adanya..”

jadikan dia dirinya sendiri,karena ketika seseorang berkeinginan merubah seseorang tandanya ia tidak benar2 cinta tetapi memiliki maksud tersembunyi.

terima lah ia seperti itu lah dia.. karena mencintai nya yang tidak sempurna dan penuh kekurangan tetapi harus mempersembahkannya dengan cara yang paling sempurna.

tapi beda lagi ceritanya kalo pasangan kita ternyata punya “penyimpangan prilaku” ini sih harus di sembuhkan dulu! penyakit itu mah! beda ya..
merubah kali ini dalam artian merubah sifat dan karakter seseorang. bukannya mengobati seseorang karena hal-hal yang di anggap menyimpang itu sudah bukan kategori “merubah” lebih tepatnya mengobati.

karena itu termasuk kedalam penyakit prilaku! hihihihi
gitu yah??

haha ndak tau ah! hahahaha

wong yang nulis ini bukan pakar cinta ko! hahahaha

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s