Lebaran Tanpa Ketupat”sapa takut!”

lebaran sebentar lagi.. lebaran sebentar lagi…*joged joged diatas kulkas*

Wah, rasanya lama sekali aku ga nengok-nengok kesini yah, bukan melupakan tapi karena jadwal yang super padat mirip ama stoking yang dipaksa pakai di kaki ibu-ibu-lah yang membuatku tak bisa berkutik dengan aktivitas selama di Indonesia kemaren, bahkan untuk ketemu dengan orang tua aja susahnya minta ampyun *curcol*

Kayanya baru kemaren bahagia bisa pulang ke tanah air, eh ga tau kenapa pas bangun tidur suasana asrama sudah kembali hadir dan bikin nyesek di dada *cieeeh… dramatisir amat*

Yah, beginilah nasib para mahasiswa/i yang jauh di rantau, gapapa deh yah.. aku selalu percaya pada semboyan “berakit-rakit dahulu berenang-renang ketepian, iya kalo ga kelelep ditengah-tengah :p “.

Tidak ada kesuksesan tanpa pengorbanan karena perngorbanan yang besar akan tergantikan dengan kenikmatan sukses yang setimpal dengan besarnya pengorbanan! *begitu kata mbah marjan (sorry ini bukan mbah marijan itu loh yah! kkikikiki)*

Oke deh, tahun ini aku menang dari bang Toyib! kalo bang Toyib 3 kali lebaran ga pulang-pulang kalo aku 4 kali lebaran ga pulang-pulang, ini bukan sesuatu yang pantas dibanggakan ko!! HAHAHAHAH —-> tertawa miris!

Tapi gapapa loh, bagus juga karena iini juga rahmat dari Allah disaat kebanyakan orang bernafsu untuk berkumpul bersama keluarga untuk mudik, saat itu aku harus melenggangkan kaki untuk terbang kembali mudik ketanah Russia.

Jika ditanya sedih apa tidak? sudah tentu SEDIH! bagaimana tidak? jauh dari keluarga dan orang tua, membuat suasana lebaran hambar rasanya. Tetapi aku yakin tidak banyak orang-orang terpilih seperti aku dan kawan-kawan lain di seluruh belahan dunia yang belum sempat merayakan lebaran di negara orang! woooow! berarti  aku bukan sembarang orang dong @_@ (menghibur diri sendiri)

Tak apa, jika 4 tahun ini harus jauh dari keluarga. Karena dengan jauhnya aku saat ini toh nanti ketika kelar kuliah dan kembali ketanah air aku bisa berlenggang kaki dan menghabiskan semua ketupat yang ada dimeja dengan bringas *loh loh loh*

Eh sorry bukan itu maksud ku, tapi lebih kepada kenikmatan yang tiada tara setelah 4 tahun terpisah oleh keluarga. Sama seperti makna puasa agar mampu menahan hawa nafsu di waktu yang telah di tentukan oleh Allah Swt, dan ketika waktu yang telah di tentukan itu tiba, maka buka puasa yang sederhana pun akan terasa begitu nikmat!

Semoga, di tahunku yang terkhir ini aku mampu berbagi dan berlapang dada bersama keluargaku di Rostov Russia, karena kita adalah sama rasa dan sama rata…

Lebaran tanpa ketupat, tanpa opor, tanpa sambel goreng ati, tanpa orang tua dan tanpa liburan! mantab sudah! —> tetapi tetap harus di syukuri tidak semua orang mampu untuk lebaran di Russia loh… *sedikit bangga yang dipaksakan*

Oke deh Selamat mudik, dan selamat lebaran sahabat!

PS : lebaran di Russia besok loh.. jadi aku lebaran duluan yah… MOHON MAAF LAHIR BATIN…

Dinda Hidayanti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s