Mas Murtoyo

Namanya adalah ustad Murtoyo asli jawa tengah, meskipun ustad yang di takuti para santri dan di hormati di pondok pesantren, di tanah milik kakekku ustad murtoyo tak mau di anggap ustad “saya ini juga santri ko bu.. saya masih belajar.. menuntut ilmu,belum pantas di sebut ustad” katanya suatu hari di depan mamah, sedangkan oleh ku ustad murtoyo aku panggil dengan sebutan mas toyo ,menurutku lebih mudah melafalkan nya begitu dari pada harus melafalkan murtoyo terlalu berat. Hehe

Hari itu,mas toyo yang terlihat mondar mandir di halaman rumah mamah membuat mamah yang sedari tadi melamun ingin membantu mas toyo, meskipun mamah ku sendiri adalah orang yang juga perlu di katakana susah tapi mamah selalu saja tak tega melihat orang lain susah. Mamah tau jika mas toyo sudah mondar mandir di halaman rumah mamah, itu pertanda ia lapar dan tak memiliki uang seperpun untuk membeli sebungkus mie instant atau pun nasi.

Sedangkan pantang bagi mas toyo untuk hanya menengadahkan tangan nya untuk mencari sesuap nasi. Dan tentu saja mamah yang mengetahui hal itu langsung saja kelimpungan menciptakan suatu pekerjaan ringan untuk mas toyo agar ada alas an bagi mamah untuk memberinya sedekah makanan.
Tiba tiba mamah memiliki ide,untuk membereskan gudang di depan rumah mamah,sebuah ruangan kecil berukuran 2 kali 2 meter untuk menyimpan kelebihan kasur, dan buku buk,serta majalah yang telah di baca.
“toyo.. toyo.. bisa kesini sebentar??” panggil mamah ku kepada mas toyo
Mas toyo yang terpanggilpun dengan wajah sumringah langsung menghampiri mamah dengan tubuh sedikit membungkuk“ inje bu… ada yang bisa saya Bantu??”
“iya toyo.. bisa Bantu saya membereskan gudang??? Banyak buku buku yang sudah tidak di baca lagi..bisa kamu bawa dan pilih untuk di bawa ke tempat kiloan untuk di jual??” pinta mamah ku,
“iya bu.. bisa bisa… ”jawabnya dengan sumringah,.

Benar kata mamah,mas toyo seperti nya belum makan sejak pagi,padahal waktu sudah menunjukkan waktu pukul 2 siang.perutnya datar sekali,tubuhnya memang sangat kurus..dan wajahnya menunjukkan bahwa ia adalah seorang yang sangat sabar. Mamah bilang saat menjawab pertanyaan mamah bau mulut mas toyo sampai terium.jelas ia lapar.
30 menit semenjak mas toyo memasuki gudang aku dan mamah yang sedang masak pun tak mendengar suara suara aneh dari dalam gudang.
“din,coba tolong di lihat,apa mas toyo masih di situ? Atau malah pingsan???” kata mamah kwatir.
Aku bergegas berjalan menuju gudang,pintu gudang tertutup aku mendapati mas toyo sedang duduk dengan kedua kaki bertekuk bersila membelakangi ku.
Aku yang melihat keganjilan itu tanpa bersuara langsung berjalan kembali ke hadapan mamah.aku melaporkan tentang apa yang barusan aku lihat. Karena penasaran mamah memutuskan untuk menghampiri gudang dan aku mengikuti di belakangnya
“toyo toyo..” panggil mamah…
“inje buk…” jawabnya sambil menoleh kan kepalanya,dan di tangannya ia sedang memegang sebuah majalah.seperti nya ia sangat serius membaca majalah tersebut,terlena dengan tumpukan bahasa yang asing baginya.
“kamu sedang apa sih?” Tanya mamah
“ini lho bu.. aku membaca ini..tapi saya kok tidak mengerti ya??” Sambil menunjukkan sebuah majalah mangle(majalah sunda) lawas keluaran 3 bulan lalu milik mamah yang di kirim kan ua mei(kakak mamah) dari Jakarta,.
“lho?? Memangnya kamu mengerti bahasa sunda???” Tanya mamah terheran heran..
“lho?? Ko bahasa sunda buk?? Ini bukan majalah bahasa inggris??”Tanya nya sedikit malu,
Serentak aku dan mamah berpandangan dan tertawa,dan mas toyo pun wajah nya sedikit tersenyum mehanan malu.
Sore hari nya,dengan masih membawa majalah mangle,ia menunjukkan kepada para santri nya bahwa ibuk bisa membaca majalah bahasa sunda,betapa hal itu sangat luar biasa bagi mereka.
Ketika syaikhul bertanya kepada mamah tentang kebenaran itu mamah pun langsung tertawa dan mengatakan

“saya ini adalah orang sunda asli,hanya saja saya sudah lama tinggal di jawa timur,jadi jangan heran jika saya bisa membaca dan berbocara dalam bahasa sunda”

Beberapa santri yang sedang ikut mendengarkan penjelasan mamah serentak bergumam “ooooooooooo”
Begitulah,.
Baik mas toyo,shyaikhul ataupun santri lainnya.. mereka adalah orang orang cerdas yang amanah,dalam pikiran mereka adalah agama karena menurut mereka dunia itu Cuma persinggahan sementara,akan tetapi hal seperti inilah yang bisa membuat mereka terperangkap dan akrab dengan kemiskinan sepanjang hidup, mereka tak peduli meskipun di kehidupan dunia mereka begiu tersiksa.. asalkan mereka bahagia di akhirat allahuma amin

Rostov, 14 mei 2010

2 thoughts on “Mas Murtoyo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s