Pernikahan untuk Yuna

“tetap! selama tidak ada pesta resepsi pernikahan tidak akan pernah terjadi!” ibunya mengancam.

Yuna berlari-terus berlari melewati sawah sepanjang 1km yang membatasi desa nya dengan kota. tanpa alas kaki tanpa apapun,sesekali ia menghapus air mata nya yang terus menetes tanpa bisa di bendung setiap orang yang berpapasan dengannya akan menatap nya heran karena ia lebih terlihat seperti orang kurang waras,Yuna terus menangis dan berlari menuju kota,ia tak perduli lagi dengan tatapan heran orang dan teriakan “gila” untuk nya,ia berlari dengan membawa hati nya yang hancur lebur,remuk redam.

di tengah perjalanan ia berhenti sebentar tak ada orang di tengah hamparan sawah yang terbentang luas itu,tangis nya tak terbendung ia berteriak sekencang-kencangnya melupakan segala emosi!!

“Tuhaaaaaaan!!! apa salah kami??? kenapa jalan ini begitu susah!! mengapa sampai ibu ku berubah pikirannya?” teriakannya ngenas! kaki nya tertekuk tersungkur! kelu lidah nya matanya memerah terlebih hati nya! remuk sudah!

6 bulan yang lalu jawaban dari kedua orang tua nya melegakannya,karena setelah 6 tahun menjalin hubungan dengan seorang lelaki yang bekerja serabutan di desa nya akhirnya orang tua nya menerima lamaran lelaki itu, ragil(nama samaran) nama pria itu.

yang aku tahu ragil adalah sosok yang sangat bertanggung jawab meskipun ia tak pernah menyelesaikan sekolah sma nya. dan kini penyesalan nya ia buktikan ia bekerja tak kenal waktu demi satu tujuan! menyekolahkan adik nya hingga tamat sma! memang tidak mudah bagi ragil yang hanya memegang ijazah smp untuk mendapat perkejaan yang bagus! setelah ragil resmi menjadi seorang piatu kemudian ayah nya menikah lagi. ragil lah yang bertanggung jawab untuk menafkahi ke dua adik nya yang masih sekolah. sayang nya ukuran tangung jawab seorang ragil begitu kerdil di mata kedua orang tua Yuna.

“kamu lihat! ragil itu kerja apa? kerja ga jelas ko kamu bisa-bisa nya manu menikah dengan nya!” ketus sari kakak yuna suatu hari sebelum hari lamaran

“apa kamu ga berpikir dua kali sebellum menerima ragil?” tanya sang ibu sedikit lunak

“tidak bu! insyallah ragil adalah yang terbaik buat aku” jawab yuna mantab!

meski akhirnya hari lamaran itu telah terlewati dan terjadi,sari tidak pernah tinggal diam. setiap bulan sari yang bersuamikan seorang kopral AD itu memeras Yuna untuk keperluan anak anak nya,dan benar Yuna abagikan sapi perah yang tak pernah di kasihani. sari tak mau peduli ia hanya ingin ibu nya tau jika akhirnya Ragil memang tidak bisa di andalkan! bahkan untuk menolong keluarga Yuna dari jeratan hutang ia tidak mampu.

“yuna,kamu pikir-pikir lagi, ragil bukan orang berseragam,masa depannya tidak terlihat! apa tidak sebaiknya kamu pikirkan lagi untuk menikah denganya??” tanya ibu Yuna saat itu.

“tidak bu! seragam bukan jaminan masa depan Yuna” jawab yuna suatu hari tepat pada hari gajian,meski telah gajian uang di tangan hanya tersisa 100 ribu untuk 1 bulan setelah semua uangnya habis di keroyok kakak -kakak nya.

malam itu Yuna tak bisa memejam kan mata,ia terus memutar otak agar ibu nya tidak pernah lagi terpikat pada seragam!ini bermula saat suami sari membawa temanya kerumah,sesama orang angkatan darat. yang menyatakan terpikat oleh Yuna tetapi bayangan mas supri(suami sari) yang kurang berkenan di mata Yuna membuat Yuna mengurungkan niat untuk menimbang nimbang dengan Ragil.

mas supri sejujur nya hanya seorang pecundang yang berseragam. dulu seragam nya berjanji untuk memberi jaminan kepada anak istri nya. tapi kenytaannya? seragam bukan lah jaminan hidup masa depannya! setelah kepulangannya dari aceh mas supri terlibat skandal hutang berpuluh-puluh juta,gaji nya habis untuk membayar hutang setiap bulan. rumah jatah ia kembalikan dengan tujuan agar gaji nya bisa utuh sepenuh nya tetapi semua itu salah! kedatangan nya yang ikut nimbrung di rumah Yuna dan ibu nya akhirnya membuat Yuna seakan terusir sempat Yuna akhirnya mengalah dan ngekost di dekat pabrik dimana ia kerja dan akhirnya ia hanya bisa bertahan hingga 3 bulan.

meski tak sampai bercerai sari dan mas supri hidup saling membenci,jika tak mengingat ke 3 buah hati nya mereka mungkin sudah berpisah lama! dan hal ini membuat Yuna trauma.

Yuna yang puas berteriak di tengah-tengah sawah seorang diri akhir nya memutuskan untuk kembali ketujuan semula.kali ini perjalanan ia lanjutkan dengan becak. dengan setengah menutupi wajah nya yang sembab karena menangis!

“dinda…” sapa nya lemah

aku yang sedang menyapu halaman rumah dengan membelakangi pagar rumah menoleh dan kudapati wajah sendu Yuna di hadapanku.setelah aku membayar becak yang ia tumpangi aku membuat kan nya teh hangat,ia hanya menangis di pelukanku. aku tau pasti sesuatu telah terjadi padanya,sahabat ku!

dengan terbata-bata ia mengatakan bahwa ibu nya mengancam membatalkan pernikahan jika tak ada resepsi.ia sudah memberikan pengertian kepada ibu nya jika ia tak meminta untuk berpesta meriah karena ia tahu baik ragil maupun keluarganya tidak mampu untuk membuatkan pesta meriah,karena keterbatasan yang mereka miliki. selain itu Yuna sudah tidak lagi bekerja setelah maag kronis merenggut kesehatannya.

aku hanya bisa memeluknya dan membiarkannya menangis di pelukanku, aku terdiam. aku hanya berpikir jika memang hal ini harus terjadi semua nya akan sia-sia,ibunya hanya akan membenarkan pengertiannya tentang seragam dan jaminan masa depan! dan sari pun akan terus menerus menggerogoti Yuna.

aku membiarkan Yuna tidur di kamarku,sedangkan aku pergi keluar rumah menemui kawan-kawan sma ku! meskipun hampir 5 tahun kami lulus SMA tapi jalinan persahabatan kami masih ada dan utuh.

“satria! aku mohon pengertianmu! aku ingin menggalang dana untuk pesta resepsi Yuna kau mengerti kan?” tanyaku pada satria,mantan ketua kelas saat aku dan yuna di kelas 3 sma.

“aku mengerti dinda.. insyallah aku akan membantu mu!” jawab nya menyakinkan aku.

sebulan kemudian kami mampu menggalang dana sekitar 2 juta rupiah untuk mewujudkan pesta pernikahan Yuna,.dana itu tergalang dari kawab-kawan alumni yang masih peduli dengan Yuna.

sedangkan disisi lain ragil dengan penuh semangat menyiapkan semampunya, ia mengikuti kejar paket C agar bisa memiliki ijazah SMA kemudian mengikuti tes pelatihan satpam! ia pun tak hanya berpangku tangan,ia juga ikut mencari jalan untuk pernikahannya.

(NB :di jawa pesta resepsi adalah tanggung jawab dari mempelai wanita)

“dinda,dana nya hanya segini? masih kurang berapa lagi?” tanya satria

“ini hanya setengah nya sat! kita butuh 5 juta untuk merealisasikan pernikahan ini! di tabunganku aku ada 1 juta,jadi kita perlu 2 juta lagi!” kataku sambil berpikir

“tapi ini sudah mentok! alumni kita sudah habis aku beritahu ini!”katanya menjelaskan.

“iya aku mengerti! untuk kuade dan seluruh perlengkapan pernikahan aku sudah mendapatkan pinjaman dari salah satu teman mama jadi kita hanya berpikir untuk jamuan para undangan!” jelasku.

jemari satria memegang-megang jenggot yang hanya seberapa helai tumbh di wajah nya. pertanda ia berpikir.

“hems.. aku punya ide lain! bagaimana jika sisa nya kita jualan saja?” kataku memberikan saran!

“ide bagus! bisa juga.. cuma apa yang bisa kita jual?” tanya nya bingung.

“aku bisa memasak,bagaimana jika kita membuat nasi bungkus yang kemudian kita jual keliling kota!” kataku dengan yakin.

“setuju.. aku akan hubungi kawan-kawan lain untuk membantu” katanya penuh semangat.

di sisa 2 bulan menjelang kepuusan pernikahan Yuna, kami terus berjualan tiada henti aku dan Yuna bangun jauh dini hari utnuk ke pasar dan memasak.

nasi bungkus yang di jual seharga 2500 rupiah akhirnya tersaji pada pukul 5.30 pagi kemudian dengan wajah sembab bangun tidur satria dan rohmad mengambil barang dagangan untuk menjualnya di alun-alun dan di pasar. sehari kami bisa mendapat untung 30 sampai 50 ribu jika habis!

1 minggu sebelum hari keputusan kami pun menghadap Ibu Yuna dan menyerahkan uang resepsi. melihat uang itu nyata dan segala persiapannya telah matang ibu Yuna akhirnya tersenyum dan mengganguk. pesta pernikahan di setujui.

“Horeeee!!! alhamdulillaaaaaah” teriak aku,rohmad dan satria! Yuna tidak bisa membndung air mata bahagianya. ia memlukku dan membisikkan padaku

“terima kasih sahabatku!”

dengan langkah ringan aku,rohmad,dan satria akhirnya pulang kerumah masing-masing 3 bulan telah terlewati. kami bisa tersenyum lega dan menunggu minggu depan untuk membatu acara resepsi itu.

tapi dana sebesar 5 juta itu keesokan hari nya telah lenyap! tak bersisa di lemari tempat Yuna menyimpan uang nya.hilangnya uang itu bersamaan dengan pergi nya mas supri yang entah kemana.

yuna berteriak shok,sedangkan ibu nya hanya diam mematung. sedangkan sari langsung pingsan di tempat.

mendengar kabar itu dari Yuna di sms singkat nya akhirnya aku dan satria datang kami melihat Yuna terngkur di kamar nya. seperti nya ia menangis keras dan lama,ibu nya hanya mengisyaratkan agar aku berbicara dengan beliau di ruangan dapur. dapur yang kecil dengan tungku api khas pedesaan.

“nak.. ibu tidak mau menyusahkan kalian lagi,melihat perjuangan kalian untuk membantu Yuna membuat ibu sangat berterima kasih pada kalian,keinginan ibu agar bisa membuatkan pesta pernikahan untuk Yuna hanya karena ibu tak ingin Yuna mengalami hal sama dengan sari,ibu ingin melihat sejauh mana kesungguhan yuna dan ragil sampai sini”

jelas sudah semua yang selama ini mengganjal di benak ku karena keras hati ibu Yuna.

“pernikahan akan tetap ada.. meski tanpa resepsi.. ” tambah nya.

aku tersenyum dan berpamitan pulang, tak ada lagi kata-kata yang bisa terucap. yuna masih tersungkur di dalam kamar berukuran 2×1 m di atas dipan tanpa kasur,ia menutup wajah nya dengan selimut kumal miliknya.

kabar tentang hilangnya uang pernikahan Yuna terdengar di telinga teman-teman,menimbulkan iba yang sangat mendalam.meski begitu kawan-kawan lain tetap datang di acara walimatul urusy yang sangat sederhana di rumah Yuna.

hari itu Yuna sangat cantik kebaya pengantin yang tetap di pinjami dari teman mama ku tetap dipakai. make up gratis dari teman mama yang berhati mulia membuat Yuna benar-benar menjadi seorang pengantin yang bahagia. ragil pun terlihat gagah dengan jas pinjaman pak lurah. semua wajah tampak bahagia tak terkecuali, ibu dan ayah Yuna menangis haru melepaskan anak nya dan menyerahkan kepada Ragil lelaki tanpa seragam.

setelah acara walimatul urusy selesai Yuna dan Ragil menjadi pasangan suami istri yang syah!

sebuah mobil kijang butut milik orang tua satria terparkit di rumah sederhana Yuna,mengangkut kedua mempelai ke suatu tempat.

yuna hanya bisa pasrah menunggu kejutan apa yang ada di depannya, dan ternyata sebuah tenda dan hidangan serta para tamu sudah lengkap yang kebanyakan kawan SMA menunggu pengantin hadir di pelataran rumah ku.meskipun sederhana tapi pesta itu terwujud! selama 3 hari 3 malam,dengan sisa tenaga dan dana yang seadanya kawan-kawan alumni Sma akhirnya membantu begadang untuk mewujudkan ini smua.

Yuna terisak isak melihat semua ini,sedangkan ragil hanya bisa menitikan air mata. mobil kedua menyusul berisikan orang tua Yuna dan beberapa kerabat Yuna..

suara isak tangis akhirnya bergemuruh ketika seorang kawan yang telah menjadi ustad melantunkan ayat suci al quran dengan sangat merdu

iya pernikahan itu untuk kamu sahabatku..

cerpen percobaan -the end-


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s