Prema teman kecilku-what a life-

“premaaaa…. ojok dolen karo dinda….engkok mbetik awakmu…”

teriakan 15 tahun lalu masih terngiang di telingaku sampai saat ini. tak kusangka setelah kepergianku ke rusia aku tak akan lagi mendengar suara tersebut…tak akan lagi mendengar beliau berteriak karena tak sudi membiarkan putir nya bermain dengan ku di kampung belakang..ketakutan beliau akan kenakalanku di usia 7 tahun yang sering naik phon ceres di belakang kampung sambil tidur siang…sebenci apapun beliau terhadap ku aku tak pernah membenci beliau dan anak anak nya…

beliau telah tiada…

genap sudah sahabat ku prema menjadi piatu 6 bulan silam. umik(begitu aku memanggilnya) telah di panggil allah karena sakit nya.

rasanya masih lekat di benak ku ketika aku berpamitan untuk kuliah dengan bangga umik tersenyum dan mendoakan ku “lek sukses ojo lali”(jika sukses jangan lupa)..
dan masih terekam di benak ku ketika seluruh kampung di beritahu bahwa semalam aku sempat telpon dari rusia untuk menanyakan kabar…beliau bangga mendapat telpon dariku…beliau senang karena aku masih mengingatnya..

walau bagaimanapun..prema adalah sahabat kecilku sekaligus tetanggaku..putri turunan india pakistan menjadi kan wajah nya luarbiasa cantik…

tetapi kekhawatiran umik nya karena kenakalan anak kecil usia 7 tahun yang selalu beringus di hidungnya,item,dan bores membuatnya enggan merestui kami bersahabat…

aku meman terkenal nakal di usia ku..aku sering memanjat pagar TK yang tingginya 2 kali tinggiku hanya untuk bermain perosotan di TK stasiun belakang rumah.seorang anak kecil yang senang mengomandai teman-teman ku untuk ikut menjelajah kampung di saat orang-orang istirahat siang.hingga tak jarang ketika pulang tubuhku penuh luka goresan entah karena terpeleset saat main hujan hujan..saat kawat berkarat menggores kaki dan lengan ku saat memanjat pagar besi TK dan saat aku jatuh dari pohon ceres setinggi 3 meter.

sesampainya di rumah…ayah ku sudah siap pukulan untuk memarahi ku agar tak mengulangi lagi..dan ibuku sudah siap dengan cubitannya untuk menghukumku atas kenakalan ku hari ini…

dan begitulah seterus nya hingga aku tumbuh dewasa..hingga cubitan berganti dengan teguran..hingga pukulan hanya berupa teguran berat…

aku tak pernah menyesali masa anak-anak ku yang telah kuhabiskan dengan berbagai macam kenakalanku di luar rumah..

prema selalu menjadi bayangan yang selalu aku gandeng… tak jarang prema memohon untuk membawanya kabur dari rumah nya

“dinda..jangan dengerin umik aku mau main…cepat jemput aku kerumah…”

prema kabur dari rumahnya dengan menggandeng tanganku dan berlari ke arah kampung…sedangkan di belakangku umik prema berlari mengejar dengan membawa sapu lidi untuk memberikan hukuman “premaaa…ojok dolin karo dindaaaaaaaaa”(prema jangan main dengan dinda)

kami tertawa bersama dan berebutan buah ceres di atas pohon berdua… udara di atas pohon sangat sejuk..sangat enak di buat tidur siang dan berburu ceres..prema dan aku sangat menyukai ini..pohon inilah menjadi saksi kami untuk kebahagiaan prema dan aku.

15 tahun kemudian sebuah pesan singkat masuk ke nomer ku “dinda..apa kabar? umik sakit sekarang aku lagi jaga umik di RS jember doakan umik lekas sembuh ya-prema”

“halo prema…doaku selalu untuk umik..semoga umik lekas sembuh ya..” jawabku sembuh

“iya terima kasih..umik selalu tanya kapan kamu pulang?” balas nya lagi
“aku masih belum tau… doakan aku lekas lulus ya,.. kamu gimana? kamu mau masuk sekolah perawat ya??” tanya ku

“iya kalo umik sudah sembuh..doakan ya” balas nya kembali

1 bulan setelah itu…

keinginan prema untuk masuk sekolah perawat tak pernah kesampaian.umik telah tiada,ia harus menggantikan umik untuk menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan baju di pasar Bangil dan seminggu sekali ia harus ke surabaya untuk kulakan dengan kakak kandungnya..dan ayah nya menikah lagi dengan seorang wanita dan pindah ke kota lain..kini prema tak sempat meraih cita-cita nya sebagai perawat..

aku selalu sayang kepada prema sayang sekali ….sahabat kecil ku…

“dan ketika takdir telah berbicara manusia akan bungkam dengan kebisuan nya “

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s