Tragedi air dingin

Hems, setelah 4 hari di asrama ga ada air dingin, akhirnya hari ini ada air dingin perdana.. Seluruh koridor gemuruh dengan teriakan kebahagiaan karena akhirnya air dingin di asrama datang juga.

Sebetulnya sih, ini bukan kali pertama air dingin tiba-tiba harus mati tanpa di ketahui kapan dan kenapa air dingin itu mati. Beginilah asrama mahasiswa… hems hems

Hari pertama tidak air dingin sudah tentu rasanya ga nyaman sama sekali, bawaannya ngomel mulu.. karena air yang keluar dari kran panas terlalu panas, sudah seperti air mendidih saja.. sudah tentu WC dan air untuk minum tidak ada.. sangat tidak nyaman.. bikin emosi bawaannya naik mulu…

Masuk hari kedua,

Air dingin masih juga belum ada, entah apa yang di pikirkan pihak asrama atau rayon yang mematikan air dingin secara bergilir ini! huh! sumpah… badan ini sudah mulai gatal-gatal karena kerokan! (ah bahagianya orang2 yang mandinya seminggu sekali pasti tidak merasakan kegelisahan ini..) untuk aku yang termasuk tukang mandi, hal ini membuatku mulai tidak sabaran.. Dari mulutku mulai keluar kata-kata keluhan yang pada akhirnya berpengaruh pada emosi ku. hhh… Ya Rabb.. apa-apaan ini??
padahal aku menampung air di dalam bak agar mendingin dan bisa di gunakan untuk keperluan memasak dan cuci tangan serta berwudhu. Hanya saja aku tak berpikir untuk mandi dan keramas dengan air tampungan karena masih berusaha menunggu air dingin yang mengucur segar dari kran.

Masuk hari ketiga,

Meskipun saat ini di Rostov masih terbilang dingin, suhu tercatat sekitar 5-10 derajat setiap hari nya dan heater dari asrama sudah tidak bekerja jadi bisa dibilang kamar dan udara di luar sama2 adem, suejuuuukkkk… Dan sudah tentu tidak menimbulkan keringat. Tapi yang namanya udah kebiasaan mandi setiap hari, rasa nya susah aja untuk merasa badan yang mulai tidak nyaman dan lengket. hemss..

Akhirnya, tanpa pikir panjang dengan emosi yang udah di ujung tanduk akhirnya aku ambil handuk, peralatan mandi, dan air di dalam bak yang sudah di dinginkan menuju kamar mandi.

Kubuka kran air panas agar mengucur dan mengisi bak yang lain serta gayung untuk mencampur antara air panas dan air dingin sebelum mengguyur tubuhku! aahhhhh.. Rasanya segarrrr bukan kepalang meskipun terkadang air yang tercampur tidak konstan hangatnya malah terkadang panas sekali karena kurang mencampur dengan air dinginnya.. hems ah.. gapapa ternyata ada sensasi tersendiri untuk lebih menghayati mandi dengan mencampur air panas dan dinginnya secara berhati-hati. hihihihi

Hari ke empat,

Aku bangun tidur dengan perasaan yang sangat enteng, meskipun lift tidak bekerja, meskipun dapur penuh dengan sampah yang kececeran yang di akibatkan buntunya cerobong tempat sampah, meskipun piring kotor bertumpuk karena malas nya mencuci dengan air panas. Tapi aku akhirnya bisa tersenyum di pagi ku tanpa ada kutukan kutukan yang keluar dari mulut karena hal-hal yang sangat membuat tidak nyaman itu.

Pulang kuliah, aku langsung mengambil wudhu dengan air tampungan, tetapi di tengah-tengah kekhusyukan wudhu, seakan-akan Tuhan menyadarkan aku bahwa

“ini loh Din, jika hidupmu di penuhi dengan hal-hal mudah terus menerus kau tidak akan pernah bisa bersyukur dengan keadaan mu sekarang dan selalu merasa kurang, padahal kesemuanya itu bisa kau dapatkan sejak hari pertama tidak ada air dingin asal kau mau sedikit memutar otak dan bersabar tanpa harus menggantungkan harapan kepada air dingin yang keluar dari kran yang entah kapan akan muncul”

Yah, benar juga… seluruh kemudahan seperti air dingin dan panas yang selama 24 jam ada, lift yang bekerja 24 jam yang membuatku malas menaiki tangga padahal aku tinggal hanya di lantai 5, bersihnya dapur yang terkadang oleh para penghuni tidak ikut menjaganya, tau nya hanya dapur harus selalu bersih! meskipun terkadang penghuni nya tidak peduli jika setelah memasak meninggalkan jejak seperti kulit telor, bungkus mie atau spageti dll., itu membuatku seakan akan buta dengan syukur yang di sertai dengan tindakan.

Intinya, dengan kejadian seperti ini akhirnya aku sadar, bahwa terkadang kita bersyukur hanya terucap dari bibir tanpa di ikuti dengan tindakan, kurangnya sabar membuat hidup semakin susah karena memang kesusahan itu hanya akan terasa karena pemikiran yang sempit.

Dan kemudahan-kemudahan yang sudah ada telah melenakan kita tentang syukur akan hidup ini. Padahal jika sejak semula sudah di kerjakan dan mau sedikit bersabar dan memutar otak maka kutukan-kutukan itu tidak akan keluar dari bibir yang katanya sering di buat untuk berdzikir…

Itulah padahal kejadian air dingin ini bukan yang pertama kali, tapi sayangnya keluhan membuat buntu pikiran dan tidak maunya belajar dari kesalahan masa lalu..

Semoga kita semua di berikan kemudahan untuk selalu bersyukur untuk hidup ini🙂 amin

PS : langsung siap2 cuci baju dan mandi….
Rostov, 170410

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s