Ketika jilbabku di”cumbu” beruang kutub Ver.2

Kembali lagi hari ini aku menceritakan Mr. Vladimir Nikolevic (VN), dosen sepuh berusia 69 tahun yang mengajar ku bahasa Russia sejak tahun lalu, beliau menggantikan Mr. Evgeni Nikolevic yang sudah pensiun.

Feeling sejak Mr.VN menjadi dosenku begitu kuat, entah karena aku yang memang sangat melankolis jika sudah berhadapan dengan mahluk-mahluk sepuh dimanapun. Termasuk dengan Mr. NV ini. Beliau selalu mengingatkan aku akan kakekku yang berusia 84 tahun dirumah. Beliau selalu bersemangat ketika mengajar, sama seperti Mr.EN tapi berbeda dengan Mr.EN yang memang agak sedikit serius, Mr.VN ini sering melucu, bahkan saking semangatnya tidak jarang beliau mengeraskan suara saat mengajar dikelas kami, seakan-akan jumlah murid didalam auditoria* ratusan, padahal kami hanya berjumlah 5 orang.

Perasaan itu tumbuh alami, tumbuh sayang bagaikan kakek sendiri(mungkin karena aku jauh dengan kakekku), memang beliau termasuk orang yang kritis ketika melihat aku seorang muslimah, keingintahuan beliau tentang islam banyak meskipun banyak juga keheranan dengan islam yang beliau pandang sebagai agama yang “kurang adil” tentang hukumnya terhadap pria dan wanita.(pernah dibahas di ver 1)

Meskipun begitu dengan jujur beliau acap kali mencaritahu tentang “islam” dengan introgasinya yang dibalut dengan pembicaraan ringan antara murid (asing) dan guru. Seperti menanyakan bagaimana anak-anak Islam Indonesia dididik oleh keluarga mereka, pendidikan Indonesia serta hubungan toleransi beragama yang beliau lihat “kurang mecing” dengan Islam di Sinegal, negara yang pernah beliau singgahi untuk bekerja selama 3 tahun sebagai reporter.

Dari sanalah beliau mengenal Islam, meskipun sepertinya Allah belum membukakan pintu hidayah kepadanya. Hari ini, setelah 3 kali pertemuan aku tak bisa datang kekelas bahasa, akhirnya aku datang. Terlihat cerah diwajah beliau, seperti biasa beliau selalu saja bersemangat, tapi hari ini agak berbeda (atau mungkin hanya perasaanku saja?) beliau berulang kali menyebut namaku dan bagianku untuk maju kedepan papan tulis atau sekedar membaca teks berulang kali. Sorotan pandang beliau agak berbeda, seakan-akan lama tak bertemu denganku(memang iya) aku melihat ada yang kosong disana. Sampai pada akhirnya Xang Ling (China) ngambek tanpa sebab, whatever, Ling memang selalu merasa invy terhadap siapa saja yang merasa lebih unggul darinya. Tapi apa salahku?

Tak lama, Len shi (China) juga berpamit pulang sebeum jam berakhir ia mengatakan bahwa ia punya urusan lain yang sekiranya lebih penting dari pada pelajaran ini. (Inilah kehebatan mahasiswa disini, sudah beasiswa, dan bisa seenaknya ngatur jadwal ckckckc). Tinggalah kami berdua, antara aku dan Mr.NV karena 2 lelaki mahasiswa lain tak datang. Sebelum Len shi pergi Mr.VN berteriak/ memanggil Len Shi agar menyampaikan pesan homework untuk teman-teman yang tidak hadir hari ini. Pesan singkat itu beliau akhiri dengan kata-kata yang terdengar menyengat ditelingaku, bagaimana tidak menyengat ketika beliau berteriak

“Tolong beritahu Fei shang agar ia bisa lebih disiplin dalam pelajaran dia, karena aku sudah memutuskan ia tidak akan lulus dalam ujian saya! Pemuda yang tidak akan bisa disiplin karena ia tidak beragama! Tidak berTuhan!”

Mendengar itu, Len shi yang merasa 1 negara dengannya agak sedikit tersinggung. Lalu menjelaskan bahwa “China kami punya Buddism dan kami percaya Tuhan”

Aku kebingungan dengan sikap Mr.NV hari ini. Ada apa dengan beliau hingga tega berkata seperti itu??

Pelajaran berlangsung, meski beliau hanya ingin menahanku untuk mengobrol tentang hidup.

Dimulai dari membahas tema skripsiku yang tentang “pengaruh kasih sayang dari orang dewasa pada perkembangan anak-anak usia sekolah awal” yang mana akan membandingkan antara negara Russia dan Indonesia. Mr.NV mengatakan bahwa Russia murid-muridnya kurang disiplin. Kembali pada alasan “karena dalam keluarga mereka tidak dididik oleh agama” aku terkejut mendengar itu. Bagaimana tidak, jika memang benar agama disini bukanlah aspek yang kuat dalam kehidupan untuk apa dibangun gereja-gereja disetiap sudut kota diseluruh Russia?? dan itu sepanjang tahun.

Beliau melanjutkan “memang banyak diantara kami yang pergi ke gereja, berdoa pada Tuhan jika mereka butuh saja. Sebenarnya mereka tak kenal dengan Tuhan mereka karena pengaruh kebebasan”

“Tapi aku melihat banyak juga yang menggunakan simbol keagamaan, seperti kalung salib dan gambar-gambar Jesus dimana-mana” tanyaku kebingungan.

“Memang! memang banyak yang menggunakannya tapi itu hanya sebagai aksesoris tapi disini (beliau menunjukkan kepalanya) пустой(empty) tidak ada agama, tidak ada Tuhan! semua hilang dengan disko, alkohol dan kebebasan!”

Kali ini aku memandangnya dalam, sinar matanya menerawang seperti seseorang yang sedang kebingungan yang sedang mencari sesuatu yang belum ia temukan.

Hatiku bergetar, ketika beliau mulai memuji orang-orang Islam Indonesia yang beliau temui.”kalian begitu sopan! tak ada tingkah kalian yang mengecewakan, tak ada pergi jalan ke diskotek, tak mengenal mabok dan main perempuan(untuk laki-lakinya)”

“Tapi kenapa aku sering melihat banyak orang Islam yang menjadi LIAR disini?? mereka mabok dijalan, pergi bersama perempuan, bahkan berpacaran dengan mereka, kau tahu sendiri bagaimana perilaku mereka jika sudah dimabuk cinta kan? tak ada batasan!! sedang perempuan mereka? 100% taat pada agama!”

Aku melihat ada kekecewaan disana saat beliau menjelaskan bagaimana teman-teman (maaf) dari negara arab yang berlaku tak berasas pada Islam.

“Mr.NV sekali lagi, jangan melihat orangnya dahulu baru agamanya… semua tergantung pada individu masing-masing”

“Tapi Islam Indonesia sepertinya berbeda! aku lihat banyak dari kamu dan teman-temanmu! dan aku sangat mengormati itu”

“spasiba Mr.NV”

Kelas akhirnya benar-benar berakhir, ketika seorang murid beliau dari kelas lain hadir. Beliau mempersilahkan aku pulang, tapi tetap candaan beliau tidak hilang ketika aku bangkit meninggalkan kelas

“Indonesia kaya akan lautannya, tapi apa kalau kelaut kamu pake BIKINI ga??”

“………”

END

*auditoria = kelas

#pengalaman hari ini, 26-11-10

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s