Maaf mama, aku hamil!

Hem,..

Kaget ya?

Kagetkan??

Pasti kaget!!

Hahaahaha.. judul diatas emang mengagetkan! tapi tidak bagi teman-temanku disini (orang Russia, red).

Musim semi telah datang, angin hangat berhembus lembut menyapu seluruh kota, meski terkadang masih membawa dingin namun hati penduduk Rostov on Don sudah menghangat dan menghijau. Perasaan musim semi memang fantastik! selalu membawa semangat dan mood yang baru. Tidak seperti musim-musim lain yang membuat para penghuninya menjadi lebih sensi dan moody.

Kelas “mishlenie i rech” hari selasa ini sama seperti hari-hari sebelumnya, disini kami membedah buku milik Jean Piaget dan L.C Wvigotski tentang pemikiran dan bicara pada manusia. Meski kadang membosankan tapi sejatinya kelas ini yang aku nilai paling bermutu karena mau tidak mau kita membahas tuntas-tas seluruh materi dibuku ditambah dengan membuat 10 pertanyaan disetiap bab dan menuliskan kesimpulan untuk setiap bab, tak lupa kita harus vwistupat/ presentasi didepan kelas. Asyik kan? apa lagi pake bahasa Russia! mbulet wes ilat e!

Kelas ini adalah kelas spech. Kurs atau kelas yang tergantung dengan sub jurusan kita di fakultas, kebetulan kafedra ku cuma berisi 8 orang dan kebetulan juga yang jarang absen cuma 5 orang termasuk aku, sisanya?? tanyakan pada rumput yang menari! haha,

Eniwei! Aku tidak sedang presentasi tentang Wvigotski atau Jean Piaget disini loh yah! tapi aku sedang membicarakan seorang temen 1 kelasku yang jarang-jarang keliatan batang idungnya dikelas. Panggil aja Olisa, ia memang seperti mahasiswa Russia lain yang jarang nongol dan super cuek dengan kuliahnya. Aku bahkan lupa kapan terakhir ketemu muka dengan dia. Yang aku ingat aku bertemu dengannya waktu ujian semester lalu, kemudian tak ingat lagi kapan kami ketemu. Setiap kali ditanya mengapa jawabannya selalu saja

“Duh. maaf aku tidak bisa datang kuliah, kakekku meninggal” lain hari lain lagi alasannya “maaf, pacarku kembali ke medan tempur jadi aku pergi melepasnya ke vokzal*” atau pernah juga alasan ini “duh, gimana yaah.. dosennya nyebelin sih! dosennya bukan orang! aku males ah! aku sibuk dirumah lagi pindahan jadi ga bisa dateng!” de es be.. de es be…

Nah, setelah lamaaaaa ga ketemu, seperti biasa pasang tampang tanpa dosa dan modal segudang alasan si Olisia ini dateng kuliah. Tapi satu hal! Olisia jenis temperamen nya ekstrovert jadi ia seperti kaca yang transparan. Semua keliatan! dengan modal spik ngalor-ngidul-ngetan-ngulon ia cerita kesemua teman dikelas kalo dirinya telah “sukses” berhenti minum (alkohol,red) dan merokok sejak 4 bulan lalu. Temanku Marina menanggapi dengan serius, (okelah aku bocorin! kebanyakan cewe Russia tidak lepas dari Rokok, bir dan freesex) makanya Marina tidak percaya dengan mudah apa yang dikatakan Olisia, tetapi begitu Olisia berbicara panjang lebar akhirnya ia mengaku kalo ternyata diperutnya sudah ada cabang bayi berumur 4 bulan!  So curious akhirnya aku cuma bengong sambil mendengarkan ” ocehan ” Olisia dengan Marina, ia mengaku saat pertama kali mendapati dirinya hamil mau tidak mau, siap tidak siap ia harus mengaku kepada orang tuanya. Dan you know! dengan bangga Olisia cerita, bahwa saat Olisia mengaku sudah tentu mamanya shock, dan langsung didepan Olisia nenggak vodka hingga mabok! sedang ayahnya hanya diam beberapa saat hingga Olisia menjelaskan bahwa kehamilannya tidak dikehendaki olehnya dan “pacar”nya.

First Note : Bisa dibayangkan jika ini terjadi di Indonesia?? yang nota benenya sangat menjunjung tinggi nilai moral dan susila? hemmm! pribadi aku tidak bisa membanyangkan bagaimana perasaan ibuku atau ibu orang lain yang masih mengaku “beragama” saat mendapati pengakuan anaknya tentang kehamilan diluar nikah! tentu hancur lebur hatinya. Karena di Indonesia sebagian besar masih menganggap hal ini sebagai tabu dan aib.

Masih ada lagi…

Masih mau lanjut?

Kalo masih, hayuk lah dibaca lagi.. tapi kalo engga! bisa stop sampe point diatas aja. Bagi yang masih mau lanjut, silahkan diteruskeun..

Setelah Olisia puas dengan pengakuannya, tak lama aku mendengar dari sisi Marina curhat tentang kisah cintanya. Setahuku, Marina punya pacar dari st.Peterburg, bahkan mereka sudah tinggal didalam 1 flat bersama tanpa adanya ikatan yang syah (kumpul kebo getoo!) Untuk kumpul kebo lain waktu akan aku ceritakan dilain notes dan kesempatan.

Nah, Marina cerita jika akhir-akhir ini ia punya masalah dengan pacarnya itu (entah apa masalahnya, i am not too curious) Marina bilang kalo ada seorang cowo (temen sekelas kami) suka padanya, panggil aja Lyosha. Lyosa suka dengan Marina meski sudah tau jika Marina punya pacar. Akhirnya Marina cerita jika sekali, dua kali mereka memutuskan untuk bertemu dan tidur bersama sebelum memutuskan untuk lanjut kehubungan selanjutnya atau tidak.

Second Note : Bisa dibayangkan? jika belum jadi pacar saja sudah berani bertindak sejauh itu, memberikan “tubuh” secara mudah hanya untuk mendapatkan kesepakatan sebuah hubungan yang belum syah. (apalagi dalam pandangan Islam? Oke dalam konteks ini aku tidak membahas tentang isudut pandang Islam, Insyaallah akan aku bahas dikesempatan yang juga mendatang ).

Sejauh ini, aku memang tidak terlalu dalam memahami cara pandang dan pergaulan dengan teman-teman Russiaku, bukan karena aku tertutup dengan mereka dan tidak mau berpikir luas tentang perbedaan culture dan sudut pandang, hanya saja Alhamdulillah dengan Islam dan busana muslimah ini Allah menjagaku dari hal-hal yang berdosa dalam sudut pandang Islam.

Bagi mereka pernikahan bukan hal yang penting, Olisia juga menambahkan

“setelah kuliah aku akan menikah, tapi bukan dengan alasan aku hamil. Pernikahan hanyalah simbol, untuk sebuah kesetiaan tapi jaman sekarang tidak ada jaminan setelah terikat pernikahan pasangan kita bisa setia. Buktinya tetap saja ada perselingkuhan dan kejenuhan! lagipula, kehamilan ini aku terima karena aku merasa sudah cukup dewasa! aku sudah 20 tahun Dinda!! sudah cukup umur untuk punya anak! satu hal yang perlu kamu catat, terkadang.. orang Russia tidak menginginkan pernikahan karena mereka takut dikhianati, mereka memutuskan untuk hidup sendiri! dan jika mereka takut merasa kesepian maka mereka akan berfikiran untuk memiliki anak! jika mereka tidak punya pasangan, maka dengan siapa saja mereka bisa membuat! kalo sama-sama mau dan setuju! kemudian setelah hamil ya… sudah! karena tujuan mereka cuma menghasilkan anak!”

Dari pernyataan Olisia ini aku bisa menyimpulkan, mengapa banyak teman-temanku yang punya single parent! ya mungkin karena factor ini! tapi aku tidak mau berburuk sangka juga sih! tapi memang kebanyakan temanku hanya memiliki ibu, jika ditanya kemana ayah mereka? mereka hanya menjawab “da, ne sprasi Dinda!!**”

Itulah.. sedikit pengalaman tentang “gaoul” ala Russia, sebetulnya tidak semua begitu.. banyak juga yang masih membawa adat-adat ketimuran (maklum Russia kan Eropa Timur yah? hehe) yang menjunjung tinggi nilai moral dan susila. Tapi jika kita mau membuka mata lebar-lebar, hal seperti ini juga lumrah ditemui di Indonesia. Namun sayang masih dalam taraf “terselubung”.🙂

hemmm.. aku rasa bahasan kali ini cukup sekian dulu, takut ada yang prokontra! hehehe.. Tulisan ini aku ketik dengan harapan agar kita bisa membuka mata lebar-lebar dan lebih peka dengan fenomena yang terjadi disekitar kita. Terutama yang tinggal di L.N, juga menentang pemikiran “ndeso” orang awam yang kebanyakan negative thinking kalo udah denger kata “L.N” dan di identikan dengan hal-hal yang berbau tabu. Pada muasalnya, kehidupan di L.N tidak bisa di pukul rata, tergantung juga dengan negara dan pola pikir kita sendiri. Dont judge book from the cover! Karena bukan berarti juga orang yang hidup diluar negri menjadi sepemahaman dengan orang-orang setempat.

Salam,

Dinda

8 thoughts on “Maaf mama, aku hamil!

  1. Setuju aku mbaa!! terkadang orang awam suka menyama ratakan pemahaman mereka tentang kehidupan luar negeri Hidup bebas lah DSB. padahal kan belum tentu juga kita ikut2an. makanya hidup harus berprinsip jadi kita ga bakal kepengaruh sama org lain tapi masih tetap membaur dgn yang lain :)) yg pentg saling menghargai aja sh intinya

  2. Kalo di negeri kita mbak, tentu saja ini sesuatu yang menakutkan. Org tua mana yg rela anaknya “bercumbu” tanpa ikatan yg sah?

    Tapi aku sedikit heran juga sebenarnya mbak. Ortu enggak rela anaknya melakukan itu, tapi waktu anaknya sudah “matang” menikah malah enggak diberi restu. Kan jadi serba salah…

    Salam,

  3. Tiap budaya dan kebiasaan di tiap negara berbeda-beda, begitu pula di Russia, tetapi semua kembali kepada diri kita sendiri untuk menilainya dan tetap mengambil jalan yang terbaik.

  4. sbenarnya sy sendiri tidak begitu terkejut dgn kondisi seperti itu. hal tersebut banyak kita temui di film2 barat. ya tp itu mmg hal2 yg menakutkan. g bs sy bayangkan kehidupan di lingkungan sekitar sy bila sperti itu. hanya iman yg bisa menolong…

    lama gak berkunjung kesini…😉

  5. w suka sma ceritanya ,, tpi sblumny maaf bnget w ga ngerti ,, agak ngga ngerti sdkit bhsa yg di pake ,, jngn tersinggung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s