BIAYA LES PRIVAT BAHASA RUSSIA

Negara Rusia merupakan Negara terbesar di dunia, sedangkan Bahasa Rusia adalah bahasa eropa yang sangat unik dan perlu untuk dipelajari dan dikuasai oleh setiap insane dari berbagai disiplin ilmu pendidikan dan pengetahuan. Kami selaku alumnus membuka pintu pelatihan pendidikan kelas Bahasa Rusia secara terpadu, terarah dan berjenjang agar dalam waktu singkat dapat digunakan secara realitas, mudah, praktis dan efektif.

  1. Level I / Kelas Pemula

Durasi : 20 Jam (4 jam/ minggu + 1 jam tes ringan)

Tarif kelompok semi privat (2-5 orang):  Rp. 1.500.000,-/orang

Tarif Privat : Rp. 2.000.000,-/orang

Program :

  1. Perkenalan alphabet Russia (Cyrillic)
  2. Membaca dan Menulis dengan huruf Rusia
  3. Pengenalan dasar-dasar Bahasa Rusia ( base cases)
  4. Percakapan dasar dalam bahasa Rusia
  5. Pengenalan/ pengucapan angka dalam bahasa rusia

Peserta :

Masyarakat yang awam dan yang belum tahu sama sekali bahasa rusia

Target :

Dapat menulis dan membaca serta mampu mengucapkan bilangan dengan bahasa rusia dari 1- 100.

  1. Level II

Durasi : 30 jam (4 jam/minggu + 1 jam tes ringan)

Tarif kelompok semi privat (2-5 orang):  Rp. 2.500.000,-/orang

Tarif Privat : Rp. 3.000.000,-/orang

Program :

  1. Perkenalan singkat alphabet Russia (Cyrillic)
  2. Perkenalan Kasus 1 sampai dengan kasus 3 (подежи)
  3. Dialog ringan dalam bahasa Russia
  4. Pengenalan tradisi Rusia
  5. Pengucapan bilangan dalam bahasa rusia

Peserta :

Peserta yang telah mengetahui dasar-dasar bahasa rusia ingin meningkatkan kemampuan bahasa rusia-nya.

Target :

Peserta dapat bercakap sederhana dalam bahasa rusia, mengenal kasus-kasus (gramtika) dasar dan membaca serta mampu mengucapkan bilangan dengan bahasa rusia >100.

  1. Level III

Durasi : 30 jam (4 jam/minggu + 1 jam tes ringan)

Tarif kelompok semi privat (2-5 orang):  Rp. 2.500.000,-/orang

Tarif Privat : Rp. 3.000.000,-/orang

Program :

  1. Gramatika bahasa Russia
  2. Kasus (подеж) 4-5-6
  3. Fenotika / cara bicara
  4. Dialog sederhana dalam bahasa Russia
  5. Mengenal istilah ekonomi
  6. Pengenalan tradisi dan budaya Russia

Peserta :

Peserta yang ingin memperlancar dalam bercakap-cakap bahasa rusia dan ingin mengetahui istilah-istilah dasar ekonomi bahasa rusia.

Target :

Peserta  yang mengikuti kursus ini dapat bercakap, bercerita, menulis esai sederhana dan mengetahui istilah-istilah dasar ekonomi bahasa rusia

  1. D) Level IV

Durasi : 30 jam (4 jam/minggu + 1 jam tes ringan)

Tarif kelompok semi privat (2-5 orang):  Rp. 2.750.000,-/orang

Tarif Privat : Rp. 3.500.000,-/orang

Program :

  1. Gramatika bahasa Russia
  2. Kasus (подеж) 4-5-6
  3. Dialog dalam bahasa Russia lebih kompleks
  4. Pengenalan tradisi dan budaya Russia
  5. Menulis esai
  6. Conversation dasar bisnis dalam bahasa rusia

Peserta :

Peserta yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa rusia.

Target :

Peserta dapat bercakap, bercerita, menulis esai dan membaca serta mampu becakap-cakap sederhana menggunakan istilah-istilah dasar bisnis.

  1. E) Conversation class

Durasi : 20 Jam (4 jam/ minggu + 1 jam tes ringan)

 Tarif kelompok semi privat (2-5 orang):  Rp. 2.500.000,-/orang

 Tarif Privat : Rp. 3.000.000,-/orang

Program : Setiap pertemuan membahas topik yang disesuaikan dengan tema.

 

BERMINAT UNTUK IKUT KURSUS?

WA/SMS 083833145169

PIN BB 540FBDA8

E-MAIL treesahidayantii@gmail.com

 

Kursus privat Bahasa Russia di Surabaya

Privetik druzia..

Lama rasanya saya tidak ngintip blog ini. Dengan berbagai macam kendala ini itu akhirnya saya bisa kembali hadir disini. Senang banget rasanya.. Seperti pulang kampung. Hehehe

Betewe, karochi kata orang rusia.

Ada beberapa request dari teman teman untuk mengadakan les privat bahasa Rusia di kota ini. FYI saya bukan orang surabaya tapi kota tempat saya tinggal cukup dekat dengan surabaya kira kira 2jam perjalanan laaah naik bis. (Dekat dari pada jarak kota Moscow ke Rostov)

Sebenarnya sudah dari dulu mau ngadain kursus ini. Tapi yaaa gituu deeeh… Banyak hal.. Tidak bisa diuraikan dengan kata kata.

Daaaaan…..
Jeng jeng……

Akhirnya saya memutuskan untuk benar benar konsen kesini, itung itung saya ikut belajar lagi bahasa yang pernah jadi bahasa utama saya ketika kuliah dulu. Daripada menguap begitu saja.

Nah. Saya ada beberapa program yang telah diketaui oleh porin pusat di jakarta. Jika memang berkeinginan untuk kenal lebih dekat dengan bahasa- budaya- dan karakteristik bangsa rusia maka kalian bisa belajar sambil diskusi dengan saya.

Asyikkan… ????

Q : biaya?
A : Ga mahal! Sama sekali ga mahal.

Q : tempat dan waktu belajar?
A : Sangat bisa disesuaikan

Q : kemana dan kepada siapa saya bisa menghubungi?
A : langsung ke saya doong..

Bisa via email ke treesahidayantii@gmail.com atau BBM ke  540FBDA8 atau sms & WA ke 083833145169

Jadi, tunggu apa lagi.. Semua bisa diatur asal ada waktu, duit dikit dan niat!

Salam hangat dari Surabaya,

Dinda H.

Alhamdulillah! Kedinginan di Rostov, buku kedua seri terdampar di Rusia TERBIT!

Seri ke #2 Terdampar di Rusia Cerita dari kota Rostov semakin heboh dengan kedatangan Dita Cs, Dita adalah adik Dinda yang juga dapat beasiswa dari Federasi Rusia. Kejadian-kejadian baru yang konyol, haru dan aneh juga datang dari mahasiswa baru bernama “Kobel”. Bertambahnya Kobel dan warga baru di Kota Rostov menambah sensasi cerita tersendiri. Kisah si kobel yang kulitnya bersisik, hingga kejadian mengharukan saat Ompong -mahasiswa kedokteran, harus merasakan masuk rumah sakit di Rusia. Masih banyak lagi kisah baru dari buku “Terdampar di Rusia”  seri “Kedinginan di Rusia” yang seru dan heboh!   Selamat membaca!

http://nulisbuku.com/books/view_book/4698/kedinginan-di-rostov

1. Untuk pemesanan di NulisBuku.com caranya :

tulis email berisi :

Nama :

Judul Buku :

Jumlah Buku :

Alamat pembeli :

dan dikirimkan ke e-mail admin@nulisbuku.com

2. Pemesanan melalui penulis (+) tanda tangan!

Kirim Nama, Alamat ke 082131891033(Dinda)

Tunggu balasan, untuk biaya buku + Ongkir –> Transfer –> terima buku –> nikmati membaca!

Mudahkan? Makanya lekas pesan! dan rasakan sensasi terseret kedalam buku bersama cerita asiknya

Gambar

Anak ular Cobra

Suatu sore Dayat diberi Tugas oleh Bedi(santri senior) untuk memberi makan anak ular Cobra dan ular kadut yang tertangkap di halaman rumah.

Dayat memberi makan anak ular yang imut-imut tersebut dengan cicak yang kebetulan sedang main-main di warung dan ternyata apes ketangkep oleh Dayat.

Dayat sebetulnya takut dengan ular tapi karena islam mengajarkan untuk tidak boleh takut selain pada Allah Swt. maka Dayat memberanikan diri memberi makan anak ular imut tersebut dengan hati yang bergetar deg-deg-deg syeeeerrr.

Ular-ular tersebut di masukkan ke dalam 2 botol minuman bekas dan ditutup rapat, hanya diberi beberapa lubang kecil di samping-samping.

Dengan penuh kekuatan dan kesadaran yang mulai hilang muncul dayat berhasil memberi makan. Syukur….

Kemudian, dengan dengkul yang masih bergetar Dayat mundur beberapa langkah menuju kursi panjang depan warung untuk duduk.

“AAAAAAAAA…..AAAAAAA… AAAAAA…. AAAUOOOO AAAA….” Dayat berteriak sekencang tenaga.

Semua berlari, yang ada di warnet berlari, yang didalam warung berlari semua menuju Dayat. Kami melihat Dayat sedang melolong-lolong dengan wajah pucat menghadap atas dengan satu tangan kebelakang yang menyentuh buntut Choco (kucing liar yang datang untuk menemani hari-hari sepi Dayat).

Kita semua bertanya pada Dayat

“Ono Opo Yat?”

Saat tersadar, Dayat langsung menoleh kebelakang dan mendapati buntut Choco yang dia pegang secara tidak sadar sesaat setelah memberi makan anak ular cobra.

Oalaaaah Dayat-Dayat…. Hidupmu Yaaaaat..

hahahahahhaha

Horaaay terbit juga “Terdampar di Rusia”

Alhamdulillaaaaaaaaaaaaaah,

Akhirnya terbit juga buku ini. Buku yang aku nanti-nantikan, buatnya penuh perjuangan dan tetes darah penghabisan. Dari yang buatnya sambil tidur-tiduran, kebawa ke alam mimpi, sampe ngetiks ambil ngiler.

Di kirim-kirimin ke penerbit juga ga ada yang mau, maklumlaah… Aku ini masih penulis aba-abal, hihi.

Dari pada di buang dengan tidak terhormat, maka kumpulan tulisan ini, mending aku kumpulin satu persatu hingga jadi buku terus aku upload dech, di nulisbuku.com dan  JENG-jeng-jengjeng….

jadilah buku

Gambar

Meski cuma bisa di dapat di buku online dan belum masuk toko buku, aku udah seneng banget!!!! rasanya, kaya berhasil mendaki puncak gunung Elbrus Rusia. Hahaha

Buku ini sengaja aku buat untuk membuka cakrawala tentang kehidupan kami dan teman-teman selama menjadi mahasiswa di RUSIA. Tentu dari sudut pandang mahasiswa dengan katagori “pas-pasan” hehehe

Harapan penulis cuma satu, yaitu semoga buku ini maknanya sampai ke para pembaca😀

Rencananya buku ini akan terbit kurang lebih 5 seri (ya iyalaaah, kan aku di Rusia ga cuma 1 tahun tapi 5 tahun) Buku yang berisi tentang penggalan-penggalan cerita sehari-hari di Rusia.😀

Kalo kurang puas baca celoteh di sini boleh ko langsung pesan bukunya di http://nulisbuku.com/books/view/terdampar-di-rusia.

Oiya, open untuk kritik dan saran loh ke http://www.treesa_hidayantee@yahoo.com (mumpung Penulis lagi baik hati ^_^’)

Sampe ketemu lagi “daswidanya”

Spasibo…

Dinda Hidayanti

Perjuangan Simbah Sarbi’ah

Senja menghantar kepulanganku hari ini kekota bangil menggunakan KA penataran jurusan Blitar lewat malang, setidaknya hal ini sudah kulakukan 2 minggu terakhir ini. Sebetulnya hari ini terasa biasa-biasa saja kecuali ketika aku tersadar hari ini adalah hari SNMPTN yaitu, selekesi nasional masuk perguruan tinggi negri. Ramai manusia memenuhi st. Wonokromo tanpa sama sekali kusadari, terbesit dalam hati kembali saja kekantor dan menginap dirumah salah satu rekanan kerja. Tapi entah mengapa ada perasaan yang membuatku terus bertahan disini.

Seluruh jadwal kereta terlambat dibanding hari-hari sebelumnya, kali ini menurutku paling parah karena hampir meleset 1 jam. Rasa lelah seharian dikantor sudah merambat hingga sekujur tubuh, penat dan bosan rasanya. Hingga pukul kira-kira 16.45 KA Raphi Dhoho akhirnya datang, serempak riuh ramai calon penumpang bergema keseluruh penjuru stasiun, terlihat penuh dan sesak. Seorang nenek cukup sepuh datang menghampiriku sambil bertanya “mboten numpak nak? ” saya yang bingung dan heran hanya bisa menggeleng pelan “kulo, penataran mbah..”
KA Dhoho terus terjejali oleh para penumpang yang sebagian besar adalah adek-adek yang mengikuti SNMPTN di kota Surabaya, hingga akhirnya, sang KA Dhoho berangkat tanpa mengenal ampun dari para calon penumpang yang menjerit tak kebagian tempat dan terpaksa harus tertinggal.

Tampak tak jauh dari tempat dudukku, simbah tadi yang tak sengaja menyapaku. Beliau sedang duduk dan berbicara dengan seorang gadis muda yang aku duga dia juga salah satu seorang calon SNMPTN, Yona namanya, benar dia adalah calon SNMPTN gadis asli Blitar.

Karena penasaran melihat gelagat sang nenek yang kebingungan aku duduk mendekati, benar ternyata sang nenek tertinggal KA Dhoho yang seharusnya membawa beliau ke kotanya Gus Dur, Jombang. Karena merasa tak berdaya dengan segala keterbatasan raga tuannya sang nenek tidak mampu menerobos buasnya calon penumpang KA Dhoho tadi.
Sambil menunjukkan tangan kirinya yang dibebat kain karena sakit, sang nenek bercerita diselingi isak yang terbendung (duh, sorry aku translate ke bahasa Indonesia aja ya? maklum boso jowoku senin kemis. Murakbal! Hehe)
” Mbah sudah coba paksa naik Dhoho tapi ga bisa, penuh nak.. sesak.. tangan mbah begini” tatapnya menunjukkan tangan sebelah kirinya. Pandanganya jatuh kelantai.. jauh..susah.. gelaap..
” Mbah ngapain di Surabaya?” tanyaku
” Mbah dari karang menjangan(RSUD. Dr. SOETOMO) nak, habis suntik insulin”
” Loh, mbah dari Jombang sendiri??”
” Iya nak, mbah harus suntik insulin seminggu 3 kali, tapi tadi ketinggalan kereta, tadi mbah udah Tanya petugas stasiun, katanya tidak boleh numpang tidur disini, padahal kereta ke jombang tidak ada lagi kecuali KRD(atau entah apa namanya, lupa saya)”
” Kenapa mau nginap mbah?? Kalo memang ada KRD?”
” Kalo naik KRD nak, jam 9 malam baru sampai dan harus naik becak untuk sampai kerumah, tapi bayarnya 12 ribu, uang mbah sisa Cuma empat ribu saja nak, tadi niket juga dibelikan sama orang” sendu ia berkata sambil mengusap air mata dengan kerudung tua yang menempel dikepalanya.
Hati siapa yang tidak miris?? Seorang nenek berusia 79 th Berangkat ke Surabaya sendirian untuk mengobati diri sendiri. Terhujam rasa hatiku..perih..
” Mbah, ini ada sedikit ongkos buat naik becak” kataku sambil mengulurkan tangan kearah mbah, hal ini dilihat Yona yang langsung sigap membantu simbah untuk memasukkan uang pemberianku kedalam tasnya
” Ditaroh yang dalem nggeh mbah, jangan sampai jatuh uangnya” kata Yona pelan, Simbah manggut-mangut sambil menitikan air mata, lagi..
Pembicaraan aku teruskan, sambil sedikit bertanya tentang kehidupan simbah di jombang.
” Nama simbah sinten?”
” Nami kulo Sarbi’ah, kalo mau kerumah, mudah, bilang saja rumahnya Nur, yang kerja di hongkong”
“loh, ko Hongkong? Simbah sendiri dong?” tanyaku ingin tahu
” Iya nak, anaknya simbah ada 2 yang 1 meninggal sakit. Tinggal 1 mau kerja kehongkong, tiap bulan kirim uang ke mbah lewat pamannya, tapi ya itu, setiap mbah butuh uang, pamannya tidak mau kasih uang. Selalu saja marah-marah sambil membanting-banting barang” ceritanya nanar
Aku dan yona terdiam, tak ada kata-kata diantara kami..
Tak lama, seorang bapak muda yang sedari tadi duduk dibangku tepat dihadapan kami sepertinya mengamati diam-diam apa yang sedang menimpa sang nenek, dia bangkit dari tempat duduknya, kemudian memberikan lembaran uang berwarna biru yang dilipat kecil ketangan simbah sambil tersenyum dan beranjak pergi meninggalkan kami yang masih tak percaya. Alhamdulillah…

Yona yang tanggap langsung membantu lagi simbah untuk memasukkan uang yang baru saja diterima dari bapak tadi, ” Disimpan yang benar mbah, buat keperluan mendatang” bisiknya sambil sibuk membantu membuka retsleting tas plastic kumuh milik simbah. Astagfirullah…

Simbah cerita, rumahnya tak jauh dari pondok pesantren tebu ireng yang besar dibawah nama Almarhum kyai Gusdur. Katanya, disela-sela kesendiriannya, ketika simbah sakit beberapa santri dari tebu ireng suka menemani simbah tak jarang pula membagi makanan sekedarnya untuk mengisi perut simbah, mengingat simbah Cuma bisa makan nasi 8 sendok dipagi hari dan 4 sendok nasi di sore hari, simbah tak keberatan makanannya dimakan bersama dengan santri lain. MasyaAllah…

Simbah memang sengaja ke Surabaya untuk berobat, karena untuk mencapai puskesmas terdekat di kotanya memerlukan biaya setidaknya Rp.20.000 untuk sekali jalan naik becak, memilih naik kereta karena tiket kereta hanya Rp.3.500 rupiah, sementara di RSUD mendapatkan obat yang maksimal. Sempat aku terheran mengapa simbah berada di St. Wonokromo, padahal dari RSUD lebih dekat dengan st. Gubeng, simbah bilang tiket sudah habis, makanya simbah jalan kaki menuju st. Wonokromo. Ya Allah….jauh itu jaraknya. Aku tahu betul apalagi untuk usia simbah.
Cerita terpaksa usai, ketika KA penataran yang ditunggu datang, saya berpamitan, Yona memberikan uang pas sebesar dua belas ribu rupiah untuk ongkos simbah naik becak, takut-takut dijalan dibohongi orang dan uangnya jatuh, sambil berpesan kepada simbah agar hati-hati, meminta maaf karena dirinya belum bekerja, hanya tersisa sedikit uang saku untuk ongkos simbah. Yona paling lama berpamitan, airmatanya meleleh mencerminkan kekhawatiran yang luar biasanya untuk simbah.
***

Allah memang tidak pernah tidur, yang dilangit dan dibumi semuanya meliputi Kuasa-Nya.
Aku yakin, semua yang ada didunia ini tidaklah terjadi tanpa sepengetahuan Allah. Kita ini hanya boneka-Nya yang sedang sejenak hinggap diraga yang dipinjami oleh-Nya dan mengikuti aturan main yang berlaku. Jika Allah sudah berkehendak maka dengan kehendak-Nya kita hanya boleh mengikuti tanpa boleh protes dan melawan. Ya Rabb.. betapa miskinnya kami ini tanpa cinta dan kasih-Mu
Ya Muhaimin…